JPNN.com

Alat Pendeteksi Tsunami Belum Dipasang

Rabu, 23 Oktober 2019 – 23:25 WIB Alat Pendeteksi Tsunami Belum Dipasang - JPNN.com
Alat pendeteksi tsunami. Foto: Radar Lombok

jpnn.com, PANDEGLANG - Pemerintah Pusat melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga kini belum melakukan pemasangan tujuh alat pendeteksi tsunami.

Padahal, targetnya ketujuh alat tersebut harus sudah terpasang paling lambat pertengahan Oktober ini.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Yosep Mardini mengatakan, penyebabnya karena BMKG Pusat selaku pihak bertanggung jawab baru selesai melakukan pemeriksaan terhadap beberapa lokasi di wilayah selatan. “Iya belum terpasang, baru yang ada di kantor yang terpasang,” katanya di kantor BPBD Kabupaten Pandeglang.

Yosep menerangkan, ketujuh alat tersebut rencananya akan dipasang di wilayah Kecamatan Carita, Angsana, Cigeulis, Cimanggu, Sumur, dan Kecamatan Cikeusik.

“Rencananya ada enam titik yang akan dipasang di beberapa kecamatan, dan satu di kantor, jadi ada tujuh alat pendeteksi bencana. Kita akan komunikasikan lagi dengan pihak BMKG mengenai belum dipasangnya alat itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dipasang,”katanya.

Yosep mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan uji coba terhadap alat tersebut di Kecamatan Labuan bersama masyarakat dan instansi terkait, termasuk para peneliti dari luar negeri. Upaya itu dilakukan, guna memastikan alat pendeteksi bencana dari BMKG itu berfungsi dengan baik. “Kita sudah ujicobakan alat itu dan berfungsi. Kita tunggu saja sampai alat itu dipasang oleh BMKG,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Habibi Arafat menyarankan agar instansi terkait segera berkoordinasi dengan BMKG agar alat pendeteksi tsunami bisa segera dipasang, agar kejadian bencana pada akhir Desember 2018 lalu bisa diantisipasi dan memininalisir jumlah korban jiwa.

“Alat itu sangat penting untuk dipasang, seharusnya bisa segera dilakukan dan tidak memerlukan waktu lama. Bencana itu membutuhkan tindakan cepat, coba kalau tsunami datang lagi bagaimana? Kalau ada alat itu, setidaknya kita bisa tahu akan terjadi tsunami dan kita bisa melakukan antisipasi secepatnya,” katanya. (dib/zis)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...