Amerika Sampaikan Kabar Gembira Terkait Negosiasi dengan Iran

Amerika Sampaikan Kabar Gembira Terkait Negosiasi dengan Iran
Sejumlah awak media mengikuti tur pembangunan kembali reaktor nuklir air berat di Kota Arak, Iran, Senin (23/12/2019). (ANTARA FOTO/West Asian News Agency via REUTERS/wsj.)

jpnn.com, WASHINGTON DC - Para negosiator telah membuat kemajuan signifikan dalam seminggu terakhir dalam menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 tapi masalah yang sangat sulit tetap ada, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Jumat (25/2).

Pejabat AS itu mengatakan dia berharap negosiator utama Iran akan kembali dalam beberapa hari mendatang ke Wina, tempat pembicaraan berlangsung, "dengan pandangan positif".

Namun, bahkan jika perunding Iran itu melakukannya, masih ada masalah sulit dalam negosiasi itu.

"Ada kemajuan signifikan selama satu atau dua minggu terakhir," kata pejabat AS itu kepada wartawan dengan syarat namanya tidak disebutkan. "Tetapi pada saat yang sama penting untuk dicatat bahwa masalah yang sangat serius tetap ada."

Tujuan utama dari pembicaraan itu adalah untuk kembali ke tawaran awal 2015 untuk mencabut sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi memangkas penjualan minyaknya, sebagai imbalan atas pembatasan kegiatan nuklir yang memperpanjang waktu yang dibutuhkan Tehran untuk membuat uranium yang diperkaya yang cukup untuk bom atom jika Iran memilih untuk melakukannya.

Iran telah lama menyangkal ambisi semacam itu dan mengatakan bahwa program nuklir mereka semata-mata untuk tujuan damai.

Pejabat AS itu mengatakan kesepakatan, jika bisa dicapai, akan dalam banyak hal melacak ketentuan kesepakatan asli tentang tingkat pengayaan uranium Iran, persediaan uranium yang diperkaya yang mungkin dimiliki, dan jumlah mesin sentrifugal yang dapat dioperasikan.

Namun, dia membiarkan kemungkinan beberapa modifikasi untuk memperhitungkan sanksi tambahan yang dijatuhkan oleh Presiden Donald Trump pada Iran setelah menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan pada 2018 dan kemajuan nuklir yang telah dibuat Iran sejak itu.

Pejabat Amerika Serikat itu mengatakan dia berharap negosiator utama Iran akan kembali dalam beberapa hari mendatang ke Wina

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News