Amin Ak: Puluhan Juta Rakyat Rentan Miskin Akbat Tak Tersentuh Bansos

Amin Ak: Puluhan Juta Rakyat Rentan Miskin Akbat Tak Tersentuh Bansos
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Amin AK. Foto: Humas FPKS DPR

Amin melanjutkan pemerintah memang menaikan jumlah anggaran bantuan sosial, namun itu hanya cukup untuk menolong sebagian kelompok rentan miskin.

Dari 124 juta orang yang rentan miskin, hanya 16 juta pekerja yang menerima bansos.

“Jika diasumsikan seorang pekerja menghidupi tiga anggota keluarga, artinya ada 64 juta yang tersentuh Bansos, sisanya 60 juta rakyat rentan miskin berpotensi jatuh miskin akibat kenaikan harga kebutuhan pokok maupun biaya hidup lainnya,” beber Amin.

Pada saat yang sama, lanjut Amin, untuk kategori rumah tangga miskin (RTM), pemerintah juga masih menggunakan data yang disusun sebelum pandemi Covid-19. Yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang disusun Kementerian Sosial dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Data tersebut perlu diperbarui. Pasca-pandemi Covid-19, penduduk yang masuk dalam kelompok termiskin makin banyak sehingga banyak rakyat yang berhak menerima berpotensi tidak terdata,” ujar Amin.

Amin juga mengkhawatirkan nasib pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa terancam keberlanjutan usahanya. Kenaikan harga bahan baku sebagai dampak lanjutan dari kenaikan harga pertalite dan solar sangat memberatkan UMKM.

Dia mencontohkan kenaikan harga telur yang menembus Rp 30 ribu per Kg saja pada pertengahan hingga akhir Agustus lalu, itu membuat ribuan pelaku UMKM membatasi produksi mereka.

Bagaimana jika harga berbagai jenis bahan baku lainnya ikut naik, maka akan ada jutaan pelaku UMKM terancam gulung tikar.

Amin Ak mengatakan 60 juta rakyat rentan miskin berpotensi jatuh miskin akibat kenaikan harga kebutuhan pokok maupun biaya hidup lainnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News