JPNN.com

Anak Panti dan Pemulung Periksa Gigi Gratis

Senin, 30 November 2015 – 15:54 WIB Anak Panti dan Pemulung Periksa Gigi Gratis - JPNN.com
Anak Panti dan Pemulung Periksa Gigi Gratis

JAKARTA - Sebanyak 100 anak dari komunitas Panti Asuhan Akhiruz Zaman Bekasi, Jawa Barat, dan Yayasan XS Project untuk para pemulung dan tukang sampah, mendapatkan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis di sekolah internasional Jakarta Intercultural School (JIS), Minggu (29/11). Program bernama "Dental Screening Day, ini merupakan kerjasama siswa-siswi SMU JIS dengan Obor Berkat Indonesia khusus bagi mereka yang kurang mampu.

High School Service Learning Coordinator Anne Andrews,  menjelaskan acara ini bertujuan membuka akses bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapat edukasi dan perawatan gigi sejak dini. Sebab, kata Annie, banyak dari mereka yang kesulitan untuk pergi ke dokter gigi karena faktor biaya dan tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Berangkat dari hal tersebut, sejumlah siswa SMU JIS mengajukan permohonan kepada sekolah untuk mengadakan program pemeriksaan gigi gratis. "Pihak sekolah sangat mendukung hal tersebut karena sangat sejalan dengan misi kami yang selalu mengasah kepedulian siswa terhadap isu-isu sosial di masyarakat,” kata Annie, Senin (30/11) dalam keterangan resminya.

Penanggung jawab OBI, Victor Palapessy mengatakan, program kerjasama dengan JIS adalah program kemitraan jangka panjang dan berkelanjutan. "Harapannya anak-anak komunitas binaan JIS lainnya yang selama ini belum memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan gigi bisa terbantu,” ungkap Victor.

OBI memandang kegiatan seperti ini sangat penting sebagai edukasi awal terhadap anak-anak untuk memahami cara memelihara dan merawat gigi dengan benar. “Jadi makanan yang bergizi pun dapat menjadi sumber penyakit apabila ikut masuk bersama bakteri yang di mulut,” jelasnya.

Ibu Dami, pendamping anak-anak dari XS Project, mengapresiasi program “Periksa Gigi Gratis” yang diprakarsai siswa-siswi SMU JIS itu.  Menurut dia, ini menjadi edukasi yang penting bagi anak-anak pemulung dan tukang sampah tentang cara merawat gigi secara benar. “Selama ini kita sangat kesulitan biaya untuk datang dan memeriksakan gigi ke dokter, sedang mereka banyak yang tidak memiliki kartu BPJS,” katanya. Alasannya karena mereka tidak memiliki akte kelahiran maupun identitas diri sebagai syarat utama untuk menjadi peserta program BPJS. (boy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil