Anggota Ormas Tewas Dibantai Debt Collector, Ini Tampang Para Tersangka, Lihat Sendiri

Anggota Ormas Tewas Dibantai Debt Collector, Ini Tampang Para Tersangka, Lihat Sendiri
Para tersangka digiring di Mapolresta Denpasar, Senin (26/7). Foto: Marcell Pampur/Radar Bali

jpnn.com, DENPASAR - Pembacokan berujung kematian yang dialami anggota ormas Gede Budiarsana di simpang Jalan Subur-Kelimutu, Monang Maning Denpasar Barat, Denpasar, Bali pada Jumat (23/7) lalu berawal dari adanya sepeda motor Yamaha Lexi milik korban Ketut Widiada alias Jero Dolah, 36, yang menunggak bayar cicilan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, kejadian itu bermula pada Jumat (23/7) sekitar pukul 14.00 WITA.

Empat orang debt collector dari PT Beta Mandiri Multi Solution mendatangi indekos korban Ketut Widiada untuk menarik unit sepeda motor Yamaha Lexi DK 2733 ABO.

Menurut pengakuan korban Ketut Widiada, sepeda motor itu adalah milik temannya.

Di indekos itu, empat orang debt collector hendak mengambil sepeda motor lantaran pemiliknya sudah menunggak angsuran selama setahun.

Namun karena tak ada kesepakatan di indekos itu, korban Ketut Widiada dan adiknya, Gede Budiarsana diminta datang ke kantor PT BMMS di Jalan Gunung Patuha, Monang Maning, Denpasar.

"Kedua korban datang ke kantor di Monang Maning itu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah ada pembicaraan di lokasi tidak ada kesepakatan sehingga terjadi keributan," ungkap Jansen dilansir dari Radar Bali, Selasa (27/7).

Kedua korban melarikan diri. Gede Budiarsana dikejar oleh tersangka Fendy sampai di simpang Jalan Subur dan Jalan Kelimutu.

Anggota ormas tewas dibantai debt collector di tengah jalan pada Jumat (23/7) siang lalu. Pembacokan itu berawal dari menunggak cicilan kredit motor.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News