Angie

Dhimam Abror Djuraid

Angie
Angelina Sondakh di pusara Adjie Massaid, TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (3/3). Foto: Firda Junita/jpnn.com

Ia menjadi salah satu dari the rising star dalam politik Indonesia satu dekade silam.

Baca Juga:

Ketika itu Partai Demokrat menjadi the ruling party, dan Angie menjadi salah satu anggota DPR.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden ketika itu dan sekaligus ketua Partai Demokrat, merekrut anak-anak muda yang berbakat cemerlang ke dalam partai.

Muncullah generasi politisi muda yang brilian dari berbagai latar belakang, seperti Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan duo anak SBY, Edhy Baskoro dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Anak-anak muda itu muncul memberi harapan akan hadirnya generasi baru politisi Indonesia yang beda dengan generasi sebelumnya.

Anas Urbaningrum seorang aktivis dan intelektual yang cemerlang, Andi Mallarngeng seorang akademisi yang pintar, Nazaruddin seorang pengusaha yang sukses, dan Angie seorang selebritas yang cerdas.

Anak-anak muda itu menjadi bintang panggung baru, mendapat sorotan spotlight yang gemebyar, tetapi kemudian tidak kuat "nyonggo drajat" tidak kuat menahan derajat, dan akhirnya bersama-sama terperosok oleh godaan korupsi.

Anak-anak muda itu terlibat dalam serangkaian korupsi dalam proyek pembangunan Wisma Atlet di Hambalang. Nazaruddin yang menjadi bendahara umum Partai Demokrat ditangkap KPK pada 2010 di persembunyiannya di Cartagenna, Kolombia.

Angie, begitu Angelina Sondakh disapa, kapok dengan kasus korupsinya. Ia juga mengatakan kapok bermain politik. Ia menjadi salah satu dari the rising star dalam politik Indonesia satu dekade silam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News