Anies Anggap Undang-Undang IKN Hasil Demokrasi Prematur

Anies Anggap Undang-Undang IKN Hasil Demokrasi Prematur
Anies Baswedan di podium Sarasehan DPD RI Bersama Capres. Foto: Tim Media AMIN

jpnn.com - JAKARTA - Calon presiden bernomor urut 1 Anies Baswedan menyebut undang-undang soal Ibu Kota Nusantara atau IKN merupakan bentuk demokrasi yang prematur sehingga mengundang berbagai polemik.

Capres kelahiran Kuningan, 7 Mei 1969 itu mengungkap hal itu sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan panelis dalam Sarasehan DPD RI Bersama Calon Presiden 2024, di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Jumat (2/2).

"Kami melihat yang disebut sebagai sebuah reform itu perlu memberikan ruang dialog yang lengkap. Kami melihat keputusan-keputusan besar yang ada dampaknya dalam kehidupan bernegara jangan sampai diputuskan dalam tempo sesingkat-singkatnya dan diperdebatkan sesudahnya tanpa ada ujungnya," kata Anies.

Menurut Anies, hal tersebut menandakan bahwa dialog tersebut tidak dilakukan secara komprehensif.

"Itu salah satu kritik kami, misalnya dalam memutuskan undang-undang IKN. Karena prosesnya sangat cepat, sesudah diputuskan baru diperdebatkan itu terjadi sementara sudah menjadi keputusan," ujar Anies.

"Sehingga ruang debat itu menjadi ruang yang sangat politis, bila mengkritik berarti anti, bila menyetujui berarti pro. Sebelum itu menjadi keputusan maka ruang dan pro dan kontra itu dingin karena objektif," imbuhnya. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Menurut Anies, Undang-Undang IKN belum komprehensif lantaran diputuskan dahulu baru diperdebatkan.


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News