Antara PWI dan AJI...Ini Tragedi dalam Sejarah Pers di Indonesia

Antara PWI dan AJI...Ini Tragedi dalam Sejarah Pers di Indonesia
Eko "Item" Maryadi (duduk paling kanan) dan Ahmad Taufik (duduk di sebelahnya) bersama tahanan di penjara Salemba, Jakarta. Foto: Dok.AJI.

Menyusul sejumlah delegasi negara sahabat. Antara lain, Atase Pers Kedutaan Swiss Daniel Hunn, Sekretaris III Duta Besar Australia Indrwati Mc Cormick, Wakil Duta Besar Jepang dan Perwakilan Yayasan Ford Merry S Zurbuchen.

Hadir juga malam itu, Rahman Tolleng, Marsilam Simanjuntak, Adnan Buyung Nasution, H.J. Princen, Asmara Nababan, Iwan Fals, Soebijakto, dan lain-lain.

Para tamu tampak membeli buku-buku dan majalah Independen yang diterbitkan AJI.

Persis pukul 18.30, Liston P. Siregar membuka acara, dilanjutkan pidato sambutan dari Ahmad Taufik, Ketua Presidium AJI.

Kemudian berturut-turut pidato mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin, Sri Bintang Pamungkas (anggota DPR dari PPP) dan WS Rendra, penyair legendaris Indonesia.

Pidato-pidato tanpa teks mereka yang penuh semangat, disambut tepuk-tangan meriah para hadirin.

Pukul 20.00, Liston sebagai protokoler mempersilahkan hadirin mencicipi makanan dan minuman yang disediakan. 

Sembari itu, namanya juga halal-bihalal, hadirin saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan.  

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News