Antisipasi Dampak Covid-19, Ansy Lema Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok

Antisipasi Dampak Covid-19, Ansy Lema Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema (kanan). Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan ketersediaan/stok pangan untuk konsumsi masyarakat selama pandemi virus Corona (Covid-19) dan masa Lebaran Mei 2020.

Tidak hanya tersedia, sebelas bahan pokok berupa beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih harus dipastikan terdistribusi merata ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kementan dan Bulog harus memastikan ketersediaan dan distribusi merata bahan pokok agar sampai ke masyarakat kecil. Ini sangat penting untuk menghindari panic buying; kepanikan akan kelangkaan bahan pokok yang dapat memengaruhi stabilitas harga atau kenaikan harga di pasar,” papar politikus muda PDIP yang akrab dipanggil Ansy Lema dalam keterangan persnya, Jumat (3/4).

Wakil rakyat Dapil NTT II itu sangat menekankan ketersediaan beras. Saat ini ada 1,6 juta ton beras yang tersimpan di 1.647 gudang Bulog. Selain itu, pada April Indonesia mengalami panen raya padi yang akan mencapai 5,03 juta ton. Itu berarti stok beras domestik mampu memenuhi kebutuhan beras saat ini.

“Yang perlu ditindak adalah mafia beras yang sengaja menciptakan kelangkaan, sehingga harga beras meningkat. Selain itu, Bulog dan BUMN terkait perlu menjadi off-taker beras untuk menjamin ketersediaan stok pangan nasional sekaligus menyerap produk pertanian para petani nasional. Ini sangat penting untuk menjaga pendapatan jutaan petani Indonesia dari kelesuan akibat Pandemi,” pinta Ansy.

Saat ini, harga bahan pokok yang sementara melonjak adalah gula pasir Rp 18.450/kg (naik 23,4 persen) dan cabe rawit Rp 50.850 (naik 27 persen) dari 3 Maret 2020. Untuk mengatasi kelangkaan, pemerintah harus memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar.

“Sambil melancarkan distribusi logistik, Kementan dapat menggiatkan penananam pangan lokal pengganti beras, gula, dan bahan pokok lainnya. Misalnya, menggiatkan gula aren untuk mengganti gula pasir industri,” kata Ansy .

Realokasi-Refocussing dan Pengawasan

Ansy Lema meminta Kementan dan Bulog memastikan ketersediaan pangan untuk konsumsi masyarakat selama pandemi virus Corona (Covid-19) dan masa Lebaran Mei 2020.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News