Apa Pusat Harus Terus Menyuapi Daerah?

Apa Pusat Harus Terus Menyuapi Daerah?
Azwar Abubkar. Foto: Mustafa Ramli/Jawa Pos
Berikut keterangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar kepada wartawan JPNN,Mesya Mohammad, beberapa hari lalu.


Tahun ini pemerintah tetap membuka seleksi CPNS reguler, tapi sepertinya syaratnya terlalu sulit hingga instansi yang mengusulkan sangat sedikit. Apa ini merupakan strategi pemerintah agar tahun ini tidak ada penerimaan CPNS reguler dan hanya diprioritaskan honorer kategori satu (K1)?

Siapa bilang begitu. Pemerintah tahun ini tetap memberikan kesempatan pelamar umum yang memenuhi ketentuan moratorium (kebutuhan mendesak, tenaga pendidik dan kesehatan, red) untuk menjadi CPNS. Nah kepada seluruh instansi baik pusat maupun daerah, kita beri persyaratan. Wajar kan kalau persyaratan penerimaan CPNS yang selama ini berlaku kita tambah syarat-syaratnya. Kalau kemudian ada yang bilang sulit, itu salah besar. Syaratnya mudah asalkan setiap pejabat pembina kepegawaian (PPK) mau taat aturan.

Taat aturan seperti apa?

Ya, kalau kami minta sertakan Anjab, ABK, prediksi kebutuhan pegawai lima tahun ke depan dikasi dong. Nyatanya kan yang dimasukkan hanya usulan kebutuhan pegawai saja. Jadi bagaimana bisa diproses usulannya. Kalau dapat PPK model begini, saya langsung bilang ke staf saya langsung ditolak saja. Saya dalam setiap sosialisasi sudah berkali-kali mengatakan, penerimaan CPNS tahun ini didasarkan pada manajemen kebutuhan. Kalau usulannya tidak berdasarkan analisa ya jangan harap akan saya kasi formasi.

Sampai saat ini sudah berapa usulan yang masuk?

SETELAH nasib tenaga honorer Kategori 1 (K1) sudah diberi sinyal hijau, yakni dijanjikan diangkat jadi CPNS tahun ini, kini giliran rekrutmen jalur

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News