Apakah Pekerja Masih Dibutuhkan Pertambangan Australia Saat Otomatisasi Makin Marak?

"Area TAFE sudah mendapatkan kursus teknologi," katanya.
"Tapi sekarang sumber daya dan pekerja migas datang dan menentukan apa yang mereka butuhkan."
Tiga kursus baru akan disediakan untuk siswa pelatihan pendidikan kejuruan (VET) baik di sekolah atau di TAFE.
Otomasi jadi 'kekhawatiran besar'
Dalam sebuah laporan yang dirilis awal tahun ini, perusahaan konsultan McKinsey and Company memperkirakan ada sekitar 3,5 juta dan 6,5 juta pekerjaan penuh waktu di Australia yang dapat dipengaruhi oleh teknologi otomasi.
Diperkirakan di wilayah Pilbara, Australia Barat, yang didominasi sektor pertambangan, lebih dari 30 persen pekerjaan dapat terpengaruh.
Jeff Carig dari serikat pekerja, saat ini sedang bekerja dengan perusahaan pertambangan soal transisi ke pekerjaan otomatis, dengan mengatasnamakan anggota Aliansi Pekerja Tambang Barat.
Ia mengatakan masalah itu menjadi perhatian penting bagi para anggotanya.
"Saya merasakan para pekerja secara keseluruhan, khususnya pekerja dan ekonomi Australia Barat," katanya.
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya