Arema FC Keok dari PSS, Lini Depannya Kok Gini Amat Ya?

Arema FC Keok dari PSS, Lini Depannya Kok Gini Amat Ya?
Pemain Arema FC (jersei putih) dan PSS Sleman saling berduel dalam sebuah laga Liga 1 2021/22. Foto: (aremafcofficial)

jpnn.com - Arema FC pantas disebut kurang tajam. Hal itulah yang tersirat dari pernyataan pelatih Eduardo Almeida dalam jumpa pers usai timnya kalah 1-2 dari PSS, kendalanya bukan dalam menciptakan peluang, tetapi dalam mengubah kans itu menjadi skor atau gol.

"Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak dengan golnya," katanya, usai laga.

Eduardo pun memastikan, untuk urusan ketajaman di lini depan, dirinya tak bisa menghakimi atau menilai satu orang saja. Baginya, kegagalan Arema mencetak banyak gol ialah kesalahan bersama.

"Saya ulangi lagi, saya tidak bicara tentang individu pemain atau menyalahkan satu posisi karena ini permainan tim. Striker tidak bisa main sendirian, begitu juga posisi lainnya," ucap pria asal Portugal tersebut.

Berbeda dengan era pelatih sebelumnya, Arema memang saat ini kurang tajam. Padahal, di lini depan ada pemain seperti Dedik Setiawan, M. Rafli dan Kushedya Hari Yudo yang selama ini kerap keluar masuk TC Timnas Indonesia.

Bukan hanya nama lokal, untuk pemain asing, tim berjuluk Singo Edan ini juga memiliki Carlos Fortes yang menjadi pilihan Eduardo Almeida untuk didatangkan dari klub yang berkompetisi di negeri asalnya. (dkk/jpnn)

Arema FC kalah tipis dari PSS Sleman 1-2 dalam laga Liga 1 2021/2022, kekurangan Singo Edan apa ya?