Arus Balik Macet, Sopir Bus Mengeluh Rugi

Arus Balik Macet, Sopir Bus Mengeluh Rugi
Arus Balik Macet, Sopir Bus Mengeluh Rugi

jpnn.com - SEJUMLAH sopir bus antarkota dan antarprovinsi (AKAP) mengaku mengalami kerugian akibat kemacetan lalu lintas yang terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran.

"Saya rugi materi dan waktu akibat kemacetan (arus balik) yang terjadi di Palimanan, Cirebon dan Cikamurang," kata sopir Bus Luragung Jaya Edi Supriyatno, 49, di Terminal Kampung Rambutan, Senin.

Edi membawa penumpang dari Kuningan, Cirebon pada Minggu (3/8) pukul 20.00 WIB menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Biasanya dalam kondisi normal, bus tiba di Terminal Kampung Rambutan pada keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB. Tetapi akibat kemacetan lalu lintas bus mengalami keterlambatan kedatangan selama sekitar tujuh jam. 

"Saya membawa 45 orang penumpang, tiba di Terminal Kampung Rambutan Senin (4/8) sekitar pukul 12.00 WIB," ucap pria yang sudah belasan tahun menjadi sopir bus itu 

Akibat kemacetan lalu lintas, Edi tidak dapat tidur dan jadwal keberangkatan bus yang disopirinya dibatalkan sehingga pendapatannya berkurang. "Sekarang ngantuk, tapi sebentar lagi harus membawa penumpang dari Kampung Rambutan ke Kuningan, Cirebon," katanya. 

Hal senada dikatakan Ade Setiadi, 48 sopir Luragung Jaya. Ade yang sudah empat tahun menjadi sopir bus membawa penumpang dari Kuningan menuju Kampung Rambutan pada Minggu (3/8) pukul 09.00 WIB. 

Akibat kemacetan lalu lintas di Indramayu dan Cikampek, bus yang dikemudikannya tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Senin (4/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Keterlambatan kedatangan bus dengan 30 penumpang itu menyebabkan jadwal keberangkatan bus yang dikemudikannya dari Terminal Kampung Rambutan menuju Kuningan, Cirebon dibatalkan. "Saya kehilangan satu trip," katanya mengeluh. 

Sopir Bus Gapuraning Rahayu, Yayat hidayat, 54 juga mengalami nasib yang sama. Dia harus bersabar mengemudi bus dari Cilacap ke Jakarta. Selama perjalanan, katanya, terjadi beberapa kali kemacetan lalu lintas. Akibatnya, busnya terlambat sekitar empat jam. "Saya mengalami kerugian karena waktu terbuang sia-sia akibat macet. Kerugian materi disebabkan jadwal keberangkatan bus yang saya kemudi batal," katanya yang sudah 35 tahun menjadi sopir bus.

SEJUMLAH sopir bus antarkota dan antarprovinsi (AKAP) mengaku mengalami kerugian akibat kemacetan lalu lintas yang terjadi saat arus mudik dan balik

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News