Selasa, 20 November 2018 – 14:17 WIB

Asing Terlibat Ngebom Marriot

Senin, 20 Juli 2009 – 18:31 WIB
Asing Terlibat Ngebom Marriot - JPNN.COM

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Ali Muchtar Ngabalin, berharap berbagai instansi terkait dengan tugasnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ketertiban dan keamanan bangsa Indonesia, sanggup menguak tabir siapa otak dan pelaku serta motivasi peledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat (17/7) pagi. Termasuk dalam hal ini, mengkaji secara lebih komprehensif kemungkinan adanya keterlibatan pihak asing.

"Mencermati beberapa kali tragedi peledakan bom di Indonesia dan dikaitkan dengan aktor di balik kejadian itu, terindasi bahwa sutradaranya warga negara Malaysia. Indikasi tersebut harus konsisten dikembangkan, hingga mampu membangun sebuah kesadaran pentingnya melawan terorisme secara internasional. Jika tidak, kejadian serupa pasti terulang kembali dan dunia bisa memvonis Indonesia sebagai negara yang tidak aman," ujar Ali Muchtar Ngabalin, di Jakarta, Senin (20/7).

Diingatkan Ali, hingga saat ini seorang warga negara Malaysia, Nurdin Mohammad Top, yang resmi masuk dalam DPO terkait pelaku pemboman di beberapa lokasi di Indonesia, belum kunjung tertangkap. Satu fakta ini saja sudah cukup kuat bagi dunia internasional untuk memaksa pemerintah Malaysia bersama Indonesia memburu Nurdin M Top.

"Kerjasama untuk memburu Nurdin M Top jauh lebih penting bagi kedamaian dunia, dibanding berbagai upaya Malaysia dalam memprovokasi Indonesia dari hampir seluruh lini. Jika Malaysia pada akhirnya keberatan, sikap itu harus dijadikan musuh bersama, karena sikapnya itu memaksa masyarakat dunia berkesimpulan bisa jadi ada Malaysia di belakang aksi peledakan bom di seluruh wilayah Indonesia," kata Ali Muchtar pula.

Menjawab pertanyaan soal tingkah laku Malaysia saat ini sebagai negara serumpun yang dulunya banyak dibantu Indonesia, kader Partai Bulan Bintang itu menegaskan bahwa nampaknya Malaysia sudah terlalu angkuh terhadap bangsa yang besar ini. "Ini bukan opini. Tapi, saksikan saja provokasi-provokasi yang dilakukan oleh Malaysia terhadap Indonesia. Ini sangat keterlaluan. Di era pemerintahan Soeharto, Malaysia belajar ke kita. Kini di era pemerintahan berbeda, Malaysia menghina kita. Sebenarnya Indonesia tidak perlu bertoleransi lagi pada Malaysia," serunya tegas.

Ali juga menyatakan merasa geram menyaksikan Malaysia seenaknya melecehkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Demikian juga halnya terhadap provokasi-provokasi Malaysia di Blok Ambalat yang secara de facto dan de jure adalah wilayah NKRI, serta klaim Malaysia atas budaya asli Indonesia.

"Ada pertanyaan mendasar: institusi apa yang berada di belakang Dr Azhari dan Nurdin M Top? Lalu, apa dan bagaimana tanggung jawab Malaysia terhadap dua warga negaranya yang membunuh warga negara dunia yang tengah berada di Indonesia, dengan cara meledakkan bom di tempat-tempat keramaian itu? Institusi internasional harusnya mendapat jawaban langsung dari Malaysia," desak Ali.

Dia juga memprediksi bahwa ledakan bom bunuh diri di JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat (17/7), ada korelasinya dengan rencana kedatangan kesebelasan kesayangan Inggris, Manchester United (MU), ke Indonesia. "Inggris itu kan bosnya negara-negara persemakmuran di mana Malaysia ada di dalamnya. Jika MU itu benar sampai di Jakarta, lalu menyaksikan proses demokrasi di Indonesia, siapa tahu itu akan mengundang decak kagum Inggris terhadap Indonesia dan memperlemah posisi Malaysia di mata Inggris," prediksinya.

Selain mempertanyakan posisi Malaysia terhadap dua warga negaranya yang jadi otak peledakan bom, Ali Muchtar juga mendesak pihak berwajib di tanah air untuk mencari perpanjangan tangannya di Indonesia. "Tanpa kerjasama dengan pihak di Indonesia, tak mungkin warga negara Malaysia itu bertahun-tahun bisa leluasa di Indonesia," katanya pula. (fas/JPNN)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar