Asumsi Makro RAPBN 2011 Disorot Habis-habisan

Para Menteri Dicecar Anggota DPR

Asumsi Makro RAPBN 2011 Disorot Habis-habisan
Asumsi Makro RAPBN 2011 Disorot Habis-habisan
Hal senada juga disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Arid Budimanta. Arif mengatakan bahwa pidato Presiden SBY dalam nota keuangan RAPBN 2011, tidak sejalan secara riil dengan angka-angka asumsi makro yang dibahas bersama dengan komisi XI.

‘’Saya juga bingung, lembaga asing bisa confident dengan kita tapi mengapa kita sendiri tidak ckonfident dengan pertumbuhan ekonomi kita sendiri. Kami sudah baca nota keuangan secara keseluruhan dan menilai ada overlapping pemerintah. Pidato Presiden dan yang dicantumkan di nota keuangan itu saling bertabrakan,’’ tegasnya.

Hingga hampir 1 jam lebih, pandangan berbagai Fraksi di Komisi XI DPR RI terus saja menyorot tajam berbagai asumsi makro yang ditawarkan pemerintah. Melalui Menteri Keuangan Agus Martowardojo, pemerintah mengajukan asumsi makro dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen, nilai tukar terhadap Dolar AS Rp9.300, inflasi sebesar 5,3 persen dan suku bunga SBI 3 bulan sebesar 6,5 persen.

Berbagai asumsi makro yang ditawarkan pemerintah melalui kementrian keuangan ini mendapat dukungan dari Kementrian Badan Perencanaan Nasional yang langsung dihadiri Kepala PPN/Bappenas Armida Alisjahbana dan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution.(afz/jpnn)


JAKARTA -- Jajaran menteri yang hadir di rapat kerja pemerintah bersama komisi XI DPR RI, Rabu (1/9) dicecar habis-habisan oleh anggota dewan. Hal


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News