Atribut Natal Di-sweeping, PGI Layangkan Protes ke Polri

Atribut Natal Di-sweeping, PGI Layangkan Protes ke Polri
Ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) melayangkan protes ke Polri terkait adanya aksi sweeping terhadap atribut natal di pusat-pusat perbelanjaan. Sebab, Polri seolah menempatkan fatwa MUI sebagai hukum positif.

Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom mengatakan, Polri dan negara tidak boleh menggunakan fatwa MUI sebagai rujukan dalam pengambilan kebijakan. “Karena mestinya dasar rujukan oleh negara dan kepolisian adalah hukum," ujarnya  saat dihubungi JawaPos.Com, Senin (19/13).

Gomar mengatakan hal itu menyusul sejumlah kepolisian resor (polres) yang mengeluarkan surat edaran dengan merujuk pada fatwa MUI. Isi surat edarannya adalah larangan tentang penggunaan atribut natal oleh umat Islam.

Karenanya Gomar mendesak  surat edaran Polri yang merujuk pada fatwa MUI segera dicabut. Dia juga meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian menindak tegas Kapolsek maupun Kapolres yang mengeluarkan SE tersebut.

"Itu tidak dikenal dalam tata hukum Indonesia untuk dirujuk dalam kebijakan," tegasnya.

Teguran keras juga perlu dilayangkan kepada aparat kepolisian yang mengawal sweeping ke mal atas dasar fatwa MUI itu. "Apalagi kepolisian mengawal masyarakat melakukan sweeping. Itu lebih berbahaya lagi dalam kebangsaan kita. Itu tidak pada jalannya," pungkas Gomar.(dna/JPG)

 


JAKARTA - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) melayangkan protes ke Polri terkait adanya aksi sweeping terhadap atribut natal di pusat-pusat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News