Awal Islam, Sesama Pembaca Quran Pernah Saling Melaknat

Awal Islam, Sesama Pembaca Quran Pernah Saling Melaknat
Alquran. Ilustrasi Foto: Lombok Post/dok.JPNN.com

“Cepat selamatkan umat ini sebelum menemui kehancuran,” Huzaifah langsung ke pokok persoalan.

“Mengenai apa?” tanya Usman.

“Tentang kitabullah,” jawab Huzaifah. “Aku mengikuti ekspedisi itu. Aku telah bersama-sama dengan orang-orang dari Irak, dari Syam dan dari Hijaz,” sambungnya seraya menceritakan perselisihan yang terjadi akibat merasa paling benar dalam bacaan Quran.

Usman bin Affan pun menyadari bahaya itu. Sebuah rapat digelar membahas apa yang disampaikan Huzaifah.

Dalam rapat itu, tulis Muhammad Haekal, Usman menyampaikan pendapatnya…

“Menurut pendapatku, orang harus sepakat dengan hanya satu bacaan. Kalau sekarang kita berselisih, maka perselisihan generasi sesudah kita akan lebih parah lagi.”

Para pemuka dan pemikir Islam yang hadir rapat tersebut, bersetuju dengan pendapat Usman.

Seseorang lalu diutus menemui Hafsah untuk menjemput mushaf Abu Bakr—ayat dan surah yang pernah dikumpulkan oleh Zaid bin Sabit atas perintah Abu Bakr—untuk disalin.

Karena merasa lebih baik dari yang lain, sesama pembaca Al-Quran saling melaknat. Saling mengkafirkan. Usman bin Affan pun mengeluarkan kebijakan berikut ini...

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News