Awalnya Pendukung, Kini Penentang

Gara-gara PSSI Paksakan Klub LPI

Awalnya Pendukung, Kini Penentang
Djohar Arifin bersama Arifin Panigoro. Foto: Charlie L/Indopos
Menurut dia, meski telah ada terobosan baru dari PSSI yang akan membentuk format kompetisi baru di musim mendatang, namun bukan berarti memberikan ruang kepada klub LPI untuk bisa berkompetisi secara instan. "Mereka harus melalui proses terlebih dahulu seperti layaknya jenjang kompetisi yang telah ditetapkan dalam statuta PSSI. Klub-klub LPI harus menjadi anggota PSSI dulu dan merangkak dari Divisi III," sambungnya.   

Pernyataan serupa diungkapkan Asmuri, Manager Persema Malang. Menurut dia, klub-klub LPI yang belum pernah memegang keanggotaan PSSI seharusnya tidak usah disertakan dalam kompetisi musim depan. Mereka harus menunggu hingga keanggotaan mereka disahkan dalam kongres tahunan PSSI tahun depan.

"Biar tidak ruwet, klub-klub LPI yang belum menjadi anggota PSSI dinon-aktifkan terlebih dulu dan PSSI mengakomodasi klub-klub yang sudah menjadi anggotaannya saja," kata Asmuri.

Persema musim lalu memutuskan keluar dari ISL bergabung dengan LPI. Status keanggotaan tim berjuluk Laskar Ken Arok itu sempat dicabut. Namun dalam kongres 14 April lalu, Komite Normalisasi memutuskan keanggotaan mereka kembali.

JAKARTA - Keputusan PSSI yang memasukkan klub-klub Liga Primer Indonesia (LPI) ke sistem kompetisi profesional Liga Indonesia membuat banyak pihak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News