Awas, Ancaman Victory Disease!

Awas, Ancaman Victory Disease!
Awas, Ancaman Victory Disease!
Akibatnya Jepang lengah, dan industry persenjataan militer Jepang tak berdaya mendukung perang besar itu. Optimisme berubah menjasdi pesimisme.

Saya berdoa semoga tragedi itu tak mendera timnas PSSI yang berlaga di Malaysia pada Ahad, 27 Desember 2010 ini. Selain bermain di kandang lawan, kemenangan beruntun timnas yang sebelumnya mempecundangi Malaysia, Laos, Thailand dan Filipina, jika tak mawas diri bisa berubah menjadi penyakit victory disease, alias mabuk menang.

Pujian publik yang setinggi langit tak mustahil membuat timnas, maaf, besar kepala. Lupa diri dan arogan. Padahal, bermain di Malaysia, kandang musuh, bisa diperkirakan akan membuat supporter lawan akan membangkitkan antusiasme serupa, seperti diperlihatkan pendukung Indonesia selama ini di Gelora Bung Karno.

Elu-eluan penonton, tak pelak, adalah energi luar biasa yang memungkinkan sebuah kesebelasan bermain stabil. Permainan dan taktik-starategi pun mengalir karena emosi yang tenang. Tidak nervous, dan apalagi “demam panggung.” Tapi jika emosi tidak stabil dan jatuh nervous akan membuat permainan berantakan yang mempengaruhi stamina fisik pula.

PEARL Harbour hancur lebur. Pangkalan AL Amerika Serikat di Hawai itu dibombardir pasukan Jepang yang dipimpin oleh  Laksamana Chuichi Nagumo.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News