JPNN.com

Baca! Ini Fakta tentang Gejala Anosmia yang Dirasakan Pasien Covid-19

Jumat, 02 Oktober 2020 – 06:21 WIB
Baca! Ini Fakta tentang Gejala Anosmia yang Dirasakan Pasien Covid-19 - JPNN.com
Ilustrasi Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Belakangan sering disebut-sebut soal gejala Anosmia pada pasien covid-19. Apakah Anosmia itu? Anosmia adalah suatu keadaan hilangnya indra penciuman sebagian atau total.

Lantas bagaimana sebenarnya anosmia bisa terjadi? Dokter Rosydiah Rahmawati menjelaskan, anosmia terjadi karena infeksi virus, bakteri, alergi, kelainan bentuk rongga hidung, dan kelainan saraf hidung.

Staf medis THTKL RSUD Dr. Soetomo juga membenarkan anosmia banyak dialami oleh pasien Covid-19. Bahkan, sebanyak 64 orang dari 200 orang yang terpapar Covid-19 memiliki gejala anosmia.
 
"Saat ini kami juga sedang mengumpulkan data terkait gejala anosmia pada Covid-19. Sekarang kebanyakan orang menderita batuk, pilek, ditambah ada gejala anosmia langsung periksa," kata dokter yang juga dosen Universitas Airlangga ini.

Menurut Rosydiah Rahmawati, anosmia memang bisa terjadi pada orang yang terpapar Covid-19. Sebab, virus Covid-19 masuk melalui hidung dan tenggorokan, ketika dia bermukosa di hidung atas bila virus tersebut cocok di area tersebut. Virus tersebut akan mengganggu indra penciuman.

"Untuk mengatasi anosmia tergantung pada kekuatan dari daya tahan tubuh kita, kami sebagai dokter THT akan memberikan obat semprot hidung untuk mengurangi inflamasi virus di mukosa hidung," imbuh Rosydiah Rahmawati.

Selain gejala anosmia, beberapa pasien Covid-19 juga merasakan kehilangan indra pengecap, alhasil makanan yang dimakan tidak berasa apapun. Mengenai hal ini, Rosydiah Rahmawati mengungkapkan, saraf mengecap hilang dikarenakan infeksi di tenggorakan.

"Karena saraf pengecap itu jalannya jauh. Dari cabang menuju ke lidah perjalanannya jauh, yang paling sering terinfeksi di saraf tenggorakan," katanya.

Dokter yang akrab disapa Rosi ini pun mengatakan, cara mengobati hilangnya indra pengecap biasanya dokter akan memberi vitamin. Bila muncul gejala lain baru akan diberikan antivirus. (ngopibareng/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
natalia