Baca! Kisah Pasien Positif Corona saat Menghadapi Masa Sulit Sendirian

Baca! Kisah Pasien Positif Corona saat Menghadapi Masa Sulit Sendirian
Ilustrasi petugas medis Corona. Foto: Antara

Pada hari kedua, perempuan ini berobat ke dokter dan mengikuti tes laboratorium. Pada hari keempat, dia kembali ke dokter dan kembali tes laboratorium.

“Pas hari keempat ini mulai merasakan batuk kering,” kata pasien.

Pada saat itulah, dia mulai dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul Kediri.

Kondisinya semakin menurun. Pada hari ketiga, saat dirawat di RSUD mulai batuk tidak berhenti, hingga sesak napas. Perempuan berjilbab ini harus menggunakan oksigen untuk membantu pernapasan.

Kondisi mulai membaik setelah hari kelima. Meski begitu, setiap makan rasanya masih tawar semua. Makanan yang masuk ke mulut tidak ada rasanya.

Hal yang tak kalah menyedihkan, semua itu harus dijalani sendirian sebab tidak boleh ada yang menjenguk. Bahkan keluarga pun tidak boleh ada yang mendekat.

“Pada saat pertama kali dinyatakan positif, rasanya down dan sedih yang mendalam. Tapi alhamdulillah, karena dukungan keluarga dan juga petugas medis yang selalu memberikan dukungan dan semangat, maka saya jadi optimis untuk sembuh,” kenang pasien.

Sampai akhirnya, dia betul-betul sembuh dan keluar dari rumah sakit. Dalam wawancara jarak jauh tersebut, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Walikota Kediri dan jajaran Pemkot Kediri. Terima kasih juga dia sampaikan untuk semua tenaga medis yang sudah merawatnya.

Pasien positif corona ini adalah seorang ibu dari balita dan menjalani hari yang sulit selama dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News