Bagai Makan Buah Simalakama, Terpaksa Bayar Tagihan Listrik PLN Rp 20 Juta

Bagai Makan Buah Simalakama, Terpaksa Bayar Tagihan Listrik PLN Rp 20 Juta
Petugas PLN sedang melakukan pengecekan meter listrik milik pelanggan. Foto dok PLN

"Saya hanya ingin PLN menjadi lebih baik sehingga tidak ada lagi korban lain seperti yang saya alami," jelasnya.

Teguh meminta kepada PLN untuk ke depannya agar memberikan edukasi kepada pelanggannya terkait persiapan apa saja yang harus dilakukan ketika meteran diganti dari analog ke meteran digital.

"Karena tidak semua pelanggan mengerti tentang listrik. Di titik inilah sering terjadi kesalahpahaman," katanya.

Atas dasar itulah Teguh akhirnya memilih untuk melunasi tagihan listrik sebesar Rp20 juta lebih dengan cara mencicil kepada pihak PLN.
 
"Pada akhirnya saya mengikuti pihak PLN untuk mencicil tagihan saya yang membengkak sedemikian besar sampai Rp20 juta lebih," ucapnya.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang Raya, Eryan Saputra, mengatakan pihaknya sudah memberikan solusi pembayaran tagihan listrik yang membengkak tersebut dengan skema dicicil.

"PLN bersedia membantu dengan memberikan keringanan pembayaran dengan cicilan," jelasnya.

Untuk diketahui penyebab tagihan listrik PLN Teguh naik drastis pada Mei 2020, yakni karena alat kapasitor tak berfungsi ketika meteran yang sebelumnya analog diganti menjadi meteran digital.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah mencatat pelanggan yang tagihan listriknya mengalami lonjakan.

Seorang warga pelanggan PLN terpaksa membayar tagihan listrik yang melonjak hingga Rp 20 juta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News