Bamsoet Minta Para Guru Waspadai Penyebaran Paham Radikalisme di Sekolah

Bamsoet Minta Para Guru Waspadai Penyebaran Paham Radikalisme di Sekolah
Ketua MPR RI Bamsoet dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI hari ke-10 dalam kunjungannya ke Dapil-7 Jawa Tengah bersama Forum Kepala Sekolah Kabupaten Purbalingga, Sabtu (27/1/24). Foto: dok MPR RI

Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan, persoalan lain dalam wajah dunia pendidikan kita yakni tidak semua lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan di SMP.

Demikian pula tidak semua lulusan SMP akan tertampung oleh SMA atau SMK.

Sehingga banyak pelajar yang tidak dapat melanjutkan sekolah, lantaran keterbatasan fasilitas pendidikan.

"Merujuk pada data jumlah sekolah di tanah air, saat ini terdapat 436.707 sekolah di Indonesia pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan Sekolah Dasar (SD), yakni 149.225 unit. Sedangkan jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebanyak 42.907 unit, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 14.573 unit, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 14.461 unit," jelas Bamsoet.

Dosen pascasarjana Universitas Pertahanan RI (UNHAN) itu menerangkan, dibalik berbagai permasalahan yang menyelimuti dunia pendidikan, bangsa Indonesia masih bisa bangga karena ada peningkatan peringkat dalam kemampuan literasi matematika dan sains pelajar Indonesia.

Hal itu terlihat pada hasil survei kualitas pendidikan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022.

"Skor literasi Indonesia versi PISA 2022 naik 5 posisi. Mengingat bahwa selama dua dekade penilaian atas mutu pendidikan Indonesia masih masuk kelompok 10 terendah, maka peningkatan peringkat ini menjadi sesuatu yang patut kita syukuri," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI itu menerangkan, dari aspek keberpihakan dan dukungan anggaran, sejak 2009 telah terpenuhi amanat Konstitusi dengan mengalokasikan 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan sebagai mandatory spending.

Ketua MPR Bamsoet meminta para kepala sekolah yang tergabung dalam Forum Kepala Sekolah se-Kabupaten Purbalingga untuk mewaspadai penyebaran paham radikalisme.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News