Bamsoet: Pilpres dan Pileg Sama-Sama Strategis Bagi Negara

Bamsoet: Pilpres dan Pileg Sama-Sama Strategis Bagi Negara
Bambang Soesatyo (tengah). Foto: DPR

"Hal ini diperkuat berdasarkan temuan survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan 72 persen persen responden mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Selain itu, tingkat kepercayaan pada Presiden Jokowi mampu memimpin bangsa ini juga masih tinggi sebesar 71 persen," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai sejumlah faktor menyebabkan elektabilitas Jokowi terus meningkat.

Antara lain, keberhasilan pembangunan infrastruktur, program prorakyat, dan terakhir adalah keberhasilan Asian Games 2018.

Kesigapan Presiden Jokowi dalam penanganan bencana gempa di NTB, terutama kehadirannya yang menyatu dengan para pengungsi juga menambah simpati rakyat. Sebagai petahana Jokowi mempunyai kesempatan yang luas untuk bertemu dengan rakyat.

"Wajar bila pada temuan survei Indikator Politik Indonesia elektabilitas Jokowi-Maruf mencapai 57,7 persen, sedangkan Prabowo - Sandi 32,3 persen. Apabila hanya disimulasikan dua nama calon presiden tanpa diikuti cawapres, Jokowi masih lebih tinggi sebesar 57 persen dibanding Prabowo yang mendapat 31 persen," urai Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah ini juga senang perolehan suara Partai Golkar bisa naik menjadi 11,4 persen.

"Mesin politik Partai Golkar sudah bergerak, terutama kerja-kerja politik para caleg di semua tingkatan. Ditambah lagi dengan mesin relawan yang jumlahnya sangat banyak. Golkar akan tetap di hati rakyat, karena Suara Golkar Suara Rakyat," kata Bamsoet. (adv/jpnn)


Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai Pemilu 2019 akan menguras energi partai politik untuk memenangi pilpres sekaligus pileg.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News