Selasa, 20 November 2018 – 15:30 WIB

Bandara Pekanbaru Ditutup Hingga 15 Maret

Kamis, 13 Maret 2014 – 12:23 WIB
Bandara Pekanbaru Ditutup Hingga 15 Maret - JPNN.COM

PEKANBARU - Setelah sempat mengalami buka tutup, bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru memilih untuk menghentikan seluruh aktivitas penerbangan hingga kondisi cuaca akibat kabut asap, mulai membaik dan layak terbang.

"Dengan sangat terpaksa, seluruh penerbangan dari dan menuju SSK II Pekanbaru sementara dihentikan dulu. Sampai batas tanggal 15 Maret dan ada kemungkinan diperpanjang bila kondisi cuaca akibat asap belum terlihat membaik," ujar Ketua AOC (Airlines Operator Committer) Pekanbaru, Ahmad Nixon pada media, Kamis (13/3).

Terdapat 16 maskapai yang terpaksa tidak dapat beroperasi di bandara SSK II Pekanbaru. Sembilan diantaranya adalah penerbangan reguler, diantaranya yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Firefly, Air Asia, Tiger Air Mandala, Citilink, Silk air, dan Sky Aviation. Sisanya adalah pesawat carter milik perusahaan atau pihak swasta lainnya yang beroperasi di Riau.

"Keputusan ini kita ambil demi keselamatan. Jadi mulai hari ini sampai tanggal 15 Maret, seluruh maskapai tidak akan menjual tiket dari atau menuju Pekanbaru. Kami mohon maaf atas keputusan ini. Sedangkan yang sudah terlanjur beli tiket, akan dijadwal ulang," kata Ahmad.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan keprihatinan dengan masalah asap yang terjadi di Riau, khususnya di kota Pekanbaru. Akibatnya puluhan aktifitas penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru terhenti.

"Hari ini penerbangan juga belum normal lagi dan kami selalu memantau perkembangannya," ujar Mangindaan di Jakarta.

Atas kejadian itu, pihaknya juga sudah memberikan peringatan pada maskapai baik di dalam ataupun di luar negeri terkait ketebalan asap yang menganggu jarak pandang penerbangan.

"Kami sudah memberikan peringatan untuk penerbangan baik di dalam maupun di luar negeri tentang kondisi ini. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan," tutupnya.(afz/jpnn)

SHARES
TAGS   kabakaran hutan
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar