Banjir Darah di Penjara, Ada Kaitannya dengan Virus Corona

Banjir Darah di Penjara, Ada Kaitannya dengan Virus Corona
Para tahanan berkumpul di atap Penjara Polisi Bolivarian Nasional saat terjadi kerusuhan di Caracas, Venezuela, Senin (27/4/2015). Foto: Dokumen REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

jpnn.com, CARACAS - Jumlah korban jiwa kerusuhan penjara di Los Llanos, Venezuela, terus bertambah. Sedikitnya 47 napi kehilangan nyawa dalam insiden tersebut

"Saat ini yang bisa kami konfirmasi adalah 47 kematian dan 75 luka-luka," ujar Maria Beatriz Martinez, anggota parlemen dari Negara Bagian Portuguesa, kepada AFP, Sabtu (2/5).

Menurut laporan militer, kerusuhan yang terjadi pada Jumat (1/5) itu dipicu ulah para napi yang berusaha kabur dengan menghancurkan pagar penjara. Upaya tersebut dibalas dengan peluru tajam oleh aparat.

Namun, Martinez menyangkal laporan itu. Menurut dia, kebijakan penjara yang melarang napi menerima kiriman makanan dari keluarga adalah pemicu sebenarnya.

"Mereka tidak mendapat akses ke makanan," ujar politikus partai oposisi tersebut.

Napi biasanya mendapat makanan dari keluarga atau kerabatnya yang berkunjung. Namun, sejak Venezuela diserang wabah corona, jatah kunjungan semacam itu dikurangi.

Sejauh ini ada 330 kasus virus corona di Venezuela. Namun, belum ditemukan satu pun kasus di dalam lingkungan penjara. (afp/dil/jpnn)

Sedikitnya 47 napi kehilangan nyawa dalam kerusuhan penjara pada Jumat (1/5) lalu


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber AFP

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News