Banjir di Lampung Telan Korban Jiwa, Ratusan Rumah Hancur

Banjir di Lampung Telan Korban Jiwa, Ratusan Rumah Hancur
Suasana banjir di Lampung. Foto: istimewa for jawapos

’’Jadi untuk daerah yang sudah menjadi langganan banjir bandang atau genangan harus mulai waspada dari sekarang. Masyarakat juga harus waspada dengan angin kencang dan petir," katanya.

Kota Kalianda, Lamsel, adalah salah satu daerah terparah dihantam banjir. Hujan deras yang turun selama kurang lebih tiga jam menelan satu korban jiwa. Sedangkan 313 rumah hancur.

Sejumlah infrastruktur publik di Kalianda pun hancur. Di antaranya pagar Taman Makam Pahlawan di Jalan Raden Intan ambruk, sejumlah jembatan penghubung patah, dan trotoar amblas di sejumlah titik.

Kondisi akibat banjir terparah berada bantaran Sungai (Way) Candigirang, Lingkungan 03, Kelurahan Wayurang. Puluhan rumah terendam. Tiga rumah terseret derasnya arus dari hulu sungai. Warga pun terpaksa mengungsi. Salah satu titik pengungsiannya adalah masjid kompleks Regency Candigirang.

Tak hanya itu, Samsul Bahri (25), warga Candigirang, tewas terseret derasnya air banjir yang datang tiba-tiba. Menurut Amir Hamzah (30), sang kakak, peristiwa banjir bandang itu berlangsung cepat.

Sekitar pukul 21.00 WIB Selasa, dirinya bersama seluruh keluarga tengah asyik menikmati siaran televisi. Saat itu hujan turun deras. Tanpa disadari, debit air sungai terus naik hingga sampai pelataran rumah.

Lantaran khawatir, Amir mengungsikan kedua orangtuanya ke tempat yang lebih aman. Kemudian, dirinya bersama Samsul Bahri dan kerabat lain berupaya menyelamatkan harta benda di dalam rumah.

Luapan air semakin deras menghantam rumah Amir. Samsul ikut terseret derasnya arus. Begitu pula Amir. Dia sempat meraih Samsul dengan bantuan gedebong pisang.

Banjir yang melanda Lampung sejak Selasa (3/4) menyebabkan sejumlah infrastruktur terendam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News