Banjir, Jembatan Hanyut di Bone Bolango

Delapan Desa Terancam Terisolir

Banjir, Jembatan Hanyut di Bone Bolango
Jembatan Molintogupo yang hanyut terseret air. Delapan desa di kecamatan Suwawa Selatan teramcam terisolir. (Rosyid Azhar/Gorontalo Post)
GORONTALO - Curah hujan yang cukup tinggi di hulu  membuat sungai Bone yang membelah Kabupaten Bone Bolango mengamuk lagi. Banjir yang membawa air bah bercampur material gondokan kayu,menerjang jembatan Molongtogopu hingga hanyut, Kamis (17/7) sekitar pukul 12.00 Wita. Padahal jembatan kayu yang menghubungkan Kecamatan Suwawa Tengah dan Suwawa Selatan itu, masih dalam pengerjaan.

Pembangunan jembatan Molintogupo yang belum rampung, terpaksa masih menggunakan jembatan darurat. Setelah jembatan beton yang menjadi penghubung antar Kecamatan ini porak poranda, juga akibat terjangan air bah sungai Bone beberapa waktu lalu. Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, sejak Kamis pagi, aliran air di Sungai Bone cukup deras, semakin lama air bah yang bercampur material kayu dari arah hulu mulai menerjang jembatan Molintogupo.

Menurut Rifianto Mahmud, warga Desa Alale Kecamatan Suwawa Tengah yang menyaksikan langsung detik-detik hanyutnya jembatan Molintogupo, kepada Gorontalo Post mengemukakan, derasnya air Sungai Bone menerjang reruntuhan jembatan Molintogupo I. "Akibatnya reruntuhan beton itu langsung mendesak jembatan dengan material kayu yang berada disampingnya, sekitar pukul 12. 00 Wita jembatan yang belum rampung dikerjakan itu hanyut," beber Anto.

Tidak ada korban jiwa yang terjadi akibat meluapnya sungai Bone. Namun, putusnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Suwawa Tengah dan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango cukup mengganggu akitfitas warga. Siswa sekolah maupun warga yang bertugas di pusat Pemerintahan harus ekstra untuk mengambil jalur memutar lewat Desa Botupingge maupun Kota Gorontalo. Camat Suwawa Selatan Max Milian Ali mengatakan, meski belum ada korban jiwa dan kerugian materil, akibat putusnya jembatan cukup berpengaruh pada aktifitas warga Desa Molingtakobu dan sekitarnya.

Max menambahkan, putusnya jembatan Molongtogopu diharapkan bisa langsung direspon oleh Pemerintah Provinsi dengan menganggarkan lagi pembangunan jembatan. "Anggaran untuk pembuatan jembatan diharapkan bisa dialokasikan pada APBD perubahan untuk tahun 2008 ini, mengingat jembatan Molongtogopu merupakan urat nadi perekonomian warga," tandasnya.

Sementara itu, Aleks Koniyo salah seorang legislatof puncak botu, dari daerah pemilihan Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo mengatakan, sudah lama pihaknya mengingatkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Gorontalo untuk segera menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut. Hanya saja, hingga diterjang arus Sungai Bone hal anjuran itu belum dapat direalisasikan. Aleks menambahkan, Dinas PU segera mungkin diminta untuk mengantisipasi transportasi ke beberapa desa akibat putusnya jembatan itu. Komisi III Deprov Gorontalo, lanjutnya lagi, akan memperjuangkan agar pembangunan jembatan itu akan segera dapat dilanjutkan. (gpinfo)

GORONTALO - Curah hujan yang cukup tinggi di hulu  membuat sungai Bone yang membelah Kabupaten Bone Bolango mengamuk lagi. Banjir yang membawa


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News