Bappenas : Pengeloaan Energi Nasional Buruk

Bappenas : Pengeloaan Energi Nasional Buruk
Bappenas : Pengeloaan Energi Nasional Buruk
JAKARTA - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzetta menilai besarnya subsidi BBM dan Listrik dalam RAPBN-P tahun 2008 sebesar Rp 186,8 Triliun merupakan indikator buruknya pengelolaan energi nasional.

Demikian disampaikannya ketika membuka Seminar Pengembangan Energi Nasional, Sebagai Upaya Peningkatan Jaminan Pasokan Energi di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Kamis, (16/10).

"Besarnya subsidi BBM dan Listrik ini saja sudah menunjukan ada yang salah dengan pengelolaan energi nasional," katanya.

Selanjutnya, Kepala Bappenas ini juga mengatakan, besaran subsidi BBM dan Listrik ini akan mengurangi pangsa anggaran untuk penyediaan barang dan jasa publik. Indikator lainnya, menurut Paskah, adalah krisis listrik yang tengah dihadapi terutama pada sistem listrik Jawa-Madura-Bali (JAMALI) yang menjadi pusat industri nasional. Defisit supply listrik sering terjadi pada beban puncak (peak load) dengan reserve margin sebesar 27%. Serta seringnya terjadi pemadaman bergilir diluar sistem JAMALI baik di Sumatera, Kalimantan, maupun Indonesia Bagian Timur.

JAKARTA - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzetta menilai besarnya subsidi BBM dan Listrik dalam RAPBN-P tahun 2008 sebesar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News