Bawaslu Keluarkan Indeks Kerawanan Pilkada 2020

Bawaslu Keluarkan Indeks Kerawanan Pilkada 2020
Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin di kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (26/4). Foto : Aristo Setiawan/jpnn

Selain itu, 146 kabupaten atau kota terindikasi rawan sedang dalam konteks pandemi dan 88 kabupaten kota ada dalam titik rawan rendah.

"Konteksnya adalah untuk mengantisipasi agar kerawanan ini tidak terjadi," kata Afifuddin.

Sementara itu, terdapat beberapa provinsi yang terindikasi rawan tinggi dalam konteks pandemi COVID-19. Yakni di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Jambi.

"Konteks pandemi ini yang paling kami petakan untuk diantisipasi hal-hal yang terkait dengan COVID-19 yang akan berkontribusi untuk terjadinya hal-hal yang tidak kami inginkan dan harus diantisipasi," ucap dia.

Menurut Afifuddin, Bawaslu merekomendasikan beberapa hal dalam konteks kerawanan terkait pandemi pada Pilkada 2020.

Misalnya memastikan penyelenggara, peserta dan pendukung Pilkada 2020 menggunakan protokol kesehatan.

"Kemudian dukungan anggaran, karena prasyarat adalah menjaga kesehatan masyarakat. Maka optimalisasinya mengadakan alat-alat yang dibutuhkan sudah terfasiitasi," ucap dia. (mg10/jpnn)

Dalam pemutakhiran data kali ini, Bawaslu memasukkan konteks pandemi yang kita alami beberapa bulan ini.


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News