BBM Dibatasi, Toyota Tetap Optimis

Cetak Rekor Tertinggi dalam 40 Tahun

BBM Dibatasi, Toyota Tetap Optimis
BBM Dibatasi, Toyota Tetap Optimis
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk membatasi BBM subsidi juga menjadi sorotan bagi kalangan dunia usaha otomotif di Indonesia. Namun PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku optimis, wacana pembatasan BBM subsidi ini tidak berdampak negatif pada usaha penjualan produksi mereka. Meskipun diakui sempat ada kekhawatiran.

"Memang ada kekhawatiran pasar otomotif akan lesu, dengan rencana pembatasan BBM bersubsidi bagi kalangan pribadi ini. Namun bagi TAM, dampak kebijakan itu adalah tantangan yang harus dihadapi, sehingga tidak perlu disikapi pesimis," ujar Presiden Direktur TAM, Johnny Darmawan, kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/1).

Yang penting kata Johnny, selagi iklim investasi dan makro ekonomi mampu dipertahankan, bahkan diperbaiki, maka pertumbuhan ekonomi yang lebih baik juga akan meningkatkan daya beli masyarakat. "Kami yakin prospek pasar tahun ini masih cukup mendukung bagi penjualan mobil, khususnya bagi Toyota. Tahun 2010 lalu, kami berhasil menutup penjualan whole sales 2010 sebesar 280.680 unit dan retail 280.711 unit," katanya.

Memang, diakui Johnny, saat beberapa tahun lalu pemerintah menaikkan harga BBM, sempat berdampak pada minat masyarakat terhadap bidang otomotif. Namun dirinya yakin, kondisi tersebut hanya bersifat sementara saja. "Saat pertumbuhan perekonomian meningkat, penjualan otomotif kembali naik. Itulah yang terjadi dalam dua tahun terakhir ini, di mana penjualan otomotif mencapai angka tertinggi secara berturut-turut. Faktor utama yang menentukan pasar itu adalah peningkatan daya beli masyarakat," jelas Johnny.

JAKARTA - Rencana pemerintah untuk membatasi BBM subsidi juga menjadi sorotan bagi kalangan dunia usaha otomotif di Indonesia. Namun PT Toyota Astra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News