BBM Naik, Kopi Turun

BBM Naik, Kopi Turun
BBM Naik, Kopi Turun
PAGARALAM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang diberlakukan sejak Sabtu lalu, tak diimbangi dengan harga biji kopi. Saat ini, harga kopi di pasaran menurun. Kondisi ini membuat petani kopi mengeluh. “Naiknya harga BBM maka biaya angkut biji kopi juga ikut mengalami kenaikan,” ujar seorang petani kopi.

Pantauan di lapangan,  harga kopi saat ini hanya Rp13 ribu per kg. Sedangkan sebelumnya, mencapai Rp16.500 hingga Rp17.000 per kg. Turunnya harga biji kopi ini membuat petani terpaksa menyimpan hasil panen mereka. Namun, ada juga petani yang terpaksa menjual hasil panen meskipun harga turun tersebut.

   

Mersi  (30), petani kopi Pematang Bange  mengatakan, hasil panen kopi miliknya cukup banyak tahun ini. “Hasil panen saya tahun ini cukup banyak jika dibanding tahun kemarin. Tapi, keuntungan yang saya dapat lebih kecil. Pasalnya, naiknya harga BBM membuat biaya angkut hasil panen juga naik,” ujarnya.

   

Dijelaskannya, sebelum adanya kenaikan BBM, biaya angkut hasil panen sekitar Rp2 ribu  per kg. “Namun, saat ini naik menjadi Rp4 ribu per kg. Jadi, harga jual biji kopi petani hanya tinggal Rp9 ribu per kg jika dipotong dengan biaya angkut,” jelasnya.

   

PAGARALAM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang diberlakukan sejak Sabtu lalu, tak diimbangi dengan harga biji kopi. Saat ini, harga kopi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News