Bebas Titik Api di Riau, RAPP Tak Bisa Sendiri

'Ada Pemantau Api Pulang Sendiri Bagai Merpati'

Bebas Titik Api di Riau, RAPP Tak Bisa Sendiri
Presiden Direktur PT RAPP, Toni Wenas (tengah, berkacamata, batik abu-abu) mendampingi Staff Ahli MenLH-Kehutanan, Dr Ir Yeti Rusli. Foto Afni Zulkifli/JPNN.com

Tak hanya itu, bagi desa yang bisa bebas titik api, diberikan reward (penghargaan) sebesar Rp100 juta. Tahun 2014 lalu, ada tiga desa yang mendapatkan reward tersebut.

Saat ini ada 9 desa yang sedang menjalankan program Fire Free Village. Diantaranya desa Pulahuda, Teluk Meranti, Segemai, Kuala Tolam, Sering, Pelalawan, Petudakan, Teluk Binjai dan Kuala Panduk. Semuanya berada di Kampar.

''Kami juga melakukan pemantauan cuaca. Bila cuaca tidak baik saat terjadi kebakaran lahan, masyarakat langsung kami beri peringatan,'' jelas Craig.

Pria asal Australia itu menambahkan, tujuan program ini untuk mengembangkan kemampuan operasional pemadaman titik api hingga ke tingkat desa.

''Kami membuka pintu komunikasi dengan para kepala desa,'' katanya.

Program ini pun sangat membantu deteksi dini dan respon cepat, bila terjadi kebakaran lahan di luar konsesi tapi berdekatan dengan konsesi RAPP.

''Masyarakat bagi kami adalah mitra untuk menjaga lingkungan,'' kata Craig.

Indogreen Foresty Expo 2015, diikuti oleh 100 peserta. Mulai dari perusahaan perkebunan, hutan, Pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

JAKARTA -- PT Riau Andalan Puld & Paper ambil bagian dalam Indogreen Foresty Expo 2015. Dalam pameran yang digelar di Jakarta Covention Center

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News