Bekantan di Teluk Balikpapan Terancam Punah

Bekantan di Teluk Balikpapan Terancam Punah
Bekantan di Teluk Balikpapan Terancam Punah
PENAJAM - Bekantan (Nasalis larvatus) hanya dapat ditemukan di Kalimantan. Jumlah populasinya sekitar 25.000 ekor. Di Teluk Balikpapan hidup 1.400 ekor. Jumlah populasi Bekantan di teluk ini mencapai sekitar 5 persen dari populasi seluruh Bekantan di dunia, dan saat ini terancam punah.

"Ancaman utama terhadap populasi bekantan di Teluk Balikpapan adalah proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang yang akan menyebabkan perusakan hutan dalam skala besar, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata Stanislav Lhota, peneliti dari Cekoslovakia.

Jembatan Pulau Balang ini dibangun Pemprov Kaltim menghubungkan dari Pantai Lango, Penajam ke Balikpapan. Proyek ini bersumber dana APBD Kaltim mulai tahun anggaran 2007-2008, dan sekarang sejauh pemantauan harian ini sudah menghabiskan Rp 110 miliar, volume pengecoran tiang pancang 120 pipa, dan terealisasi 100 persen posisi awal tahun ini. Target selesai 2013 dengan menelan biaya Rp 480 miliar.

Menurut dia masalah ancaman kepunahan ini dapat dihindari dengan pembangunan Jembatan Teluk Balikpapan di daerah yang tidak mengancam hutan yang masih alami, yaitu di Tanjung Batu. Opsi alternatif ini bukan hanya lebih ramah lingkungan,  tetapi juga lebih ekonomis. Opsi ini tampaknya sejalan dengan rencana Pemkab Penajam Paser Utara yang berniat membangun jembatan penyeberangan ke Balikpapan membelah Teluk Balikpapan pada sisi lain.

PENAJAM - Bekantan (Nasalis larvatus) hanya dapat ditemukan di Kalimantan. Jumlah populasinya sekitar 25.000 ekor. Di Teluk Balikpapan hidup 1.400

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News