Belum Gajian Sejak Maret, Pemain Perserang Kembali Tagih Janji Manajemen

Belum Gajian Sejak Maret, Pemain Perserang Kembali Tagih Janji Manajemen
Pemain Persika Karawang (merah) dan pemain Perserang Serang dalam pertandingan Liga 2 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat. Foto: antara

jpnn.com, SERANG - Pemain Perserang Serang kembali menagih janji manajemen yang akan membayar tunggakan gaji mereka pada awal September ini. Maklum para pemain klub Liga 2 itu belum menerima sisa gaji sejak Maret 2020.

Padahal sempat ramai diberitakan kalau manajemen Perserang akan melunasi sisa tunggakan gaji dari Maret hingga Mei 2020, pada minggu pertama September.

“Belum ada omongan dari manajemen (kapan gaji dibayar). Kaget aja teman-teman tiba-tiba ada berita gitu tetapi sampai sekarang enggak ada kabar,” kata Mariono dikutip pojoksatu.id dari Antara, Rabu (16/9/2020).

Menurut Mariono, dia baru menerima 40 persen gaji Maret. Begitu pula untuk April-Mei, meski PSSI memberikan relaksasi bagi klub untuk membayar minimal 25 persen gaji dari nilai kontrak, namun Perserang tak kunjung membayarkan hak pemain.

Tak ada kejelasan gaji, dia bersama teman-temannya yang lain melaporkan manajemen Perserang ke Badan Penyelesaian Sengketa Nasional (NDRC) PSSI awal Juni.

Setelah sidang 20 Juli 2020, NDRC memutuskan Perserang wajib membayar 100 persen gaji pemainnya untuk bulan Maret 2020 dan 25 persen untuk April sampai Mei 2020 dengan total senilai Rp220,65 juta.

NDRC menegaskan jika tidak menuntaskan kewajibannya dalam 45 hari setelah keputusan itu, Perserang tidak dapat melakukan pendaftaran pemain dalam tiga periode pendaftaran.

“Pemain mengandalkan gaji untuk mencukupi kebutuhan, apalagi banyak dari kami sudah berkeluarga. Kerja pun sekarang susah karena ada COVID-19. Harapan saya jika tanggung jawab manajemen dilunasi, hak kami itu kan bisa dipakai buat modal usaha,” kata Mariono.

Pemain Perserang Serang kembali menagih janji manajemen yang akan membayar tunggakan gaji mereka pada awal September ini. Maklum para pemain klub Liga 2 itu belum menerima sisa gaji sejak Maret 2020.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News