Benarkah Sikap Lemah Indonesia ke Tiongkok Karena Ketergantungan Utang?

Benarkah Sikap Lemah Indonesia ke Tiongkok Karena Ketergantungan Utang?
Jumlah orang kaya di Tiongkok telah melampaui Amerika Serikat. Foto: ChinaFotoPress

Pernyataan pejabat Indonesia ini menuai protes. Sejumlah kalangan menilai, Indonesia lembek dalam menghadapi masalah itu. Wakil Ketua Umum Gerinda Arief Poyuono, misalnya. Ia menilai pemerintah tidak bisa galak atas pelanggaran yang dilakukan kapal-kapal Tiongkok itu.

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Irwan menilai respons Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Jumat (3/1) terkesan pragmatis. "Saya juga kecewa dengan respons pemerintah Indonesia," katanya.

Belakangan muncul dugaan, kurang kerasnya sikap Indonesia ke Tiongkok ini karena ketergantungan Indonesia kepada Tiongkok soal utang luar negeri.

Seberapa besar sebenarnya utang Indonesia kepada Tiongkok? Data statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) Bank Indonesia (BI) periode September 2019 mencatat, negara pemberi kredit, utang Indonesia yang berasal dari Tiongkok sebesar 17,75 miliar dollar AS atau setara Rp 274 triliun (kurs Rp 13.940).

Jumlah ini meningkat tipis jika dibandingkan periode Agustus 2019 sebesar Rp 17,09 miliar dollar AS.

Dalam catatan, Tiongkok menempati urutan keempat pemberi kredit ke Indonesia. Sedangkan pemberi kredit terbesar pertama diduduki Singapura dengan jumlah pinjaman sebesar 66,49 miliiar dollar AS. Jepang ada diurutan kedua dengan nilai kredit 29,42 miliar dollar AS, dan Amerika Serikat sebesar 22,46 juta dollar AS.

Jadi benarkah dugaan lemahnya sikap Indonesia kepada Tiongkok karena ketergantungan akan utang itu? (mg12/jpnn)

Tiongkok berada di posisi keempat negara pemberi kredit ke Indonesia. Posisi pertama masih ditempati Singapura.


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News