Bendahara Kampanye Prabowo-Hatta Tepis Tudingan Terima Dana Asing

Bendahara Kampanye Prabowo-Hatta Tepis Tudingan Terima Dana Asing
Bendahara Kampanye Prabowo-Hatta Tepis Tudingan Terima Dana Asing

jpnn.com - JAKARTA – Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Thomas Djiwandono, menepis anggapan adanya bantuan asing untuk dana kampanye bagi duet calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 1 itu. Meski Prabowo-Hatta mendapat bantuan dana kampanye dari yayasan internasional, namun Thomas menganggap sumbangan itu bukan berasal dari asing.

Thomas mengakui bahwa pihaknya memang menerima sumbangan dana kampanye dari Yayasan Gandhi Memorial Internasional sebesar Rp 1 miliar. Namun, bantuan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bantuan dari dana asing karena Yayasan Gandhi Memorial Internasional sudah terdaftar di Indonesia dan tidak ada kaitannya dengan pihak asing.
 
“Yayasan Gandhi itu dinotariatkan di notaris Indonesia, ada delapan KTP WNI pendiri Yayasan Ghandi, ada NPWP (nomor pokok wajib pajak), semuanya WNI,” ujar Thomas dalam pesan elektronik yang diterima di Jakarta, Jumat (18/7) malam.

Sebelumnya tudingan bahwa Prabowo-Hatta menerima bantuan asing muncul dari Kemitraan. Dari temuan Kemtiraan, Tim Kampanye Prabowo-Hatta menerima dana kampanye Rp 1 miliar.

Namun, Thomas menepis temuan itu. “Apa yang dikatakan Kemitraan itu tidak benar, dan bantuan itu bukan perorangan tapi kelompok," tegasnya.
 
Lebih lanjut Thomas mengatakan, Tim Kampanye Prabowo-Hatta sangat memahami peraturan perundang-undangan terkait pemilihan presiden yang melarang adanya bantuan dari pihak asing. Karena itu, tidak mungkin mereka melakukan tindakan konyol.
 
"Jadi kami sangat mengikuti aturan KPU, semua laporan penerimaan dana kampanye yang dilaporkan KPU itu tidak ada dari asing. KPU kan sudah pernah mengaudit kita pada laporan dana kampanye tahap sebelumnya oleh lembaga auditor independen," ucapnya.(gir/jpnn)


JAKARTA – Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Thomas Djiwandono, menepis anggapan adanya bantuan asing untuk


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News