Bengawan Solo Mudah Meluap, Megawati: Bilang ke Gibran, Jangan Sampai Tenggelam

Bengawan Solo Mudah Meluap, Megawati: Bilang ke Gibran, Jangan Sampai Tenggelam
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof. Dr (HC) Megawati Soekarnoputri saat memberi pengarahan pada para kepala daerah dari partainya. Foto: dok PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof. Dr (HC) Megawati Soekarnoputri meminta para kepala daerah dari partainya untuk memerhatikan sungai di wilayah masing-masing di tengah banyaknya bencana banjir di berbagai kota besar seluruh dunia.

Menurut Megawati, salah satu ancaman bencana yang kerap terjadi belakangan ini adalah meningkatnya permukaan air laut akibat pemanasan global.

Akibatnya, sungai-sungai meluap, alirannya ke laut terhalang.

"Saya minta para bupati dan kepala daerah dari PDI Perjuangan harus selalu melihat hal ini. Belajarlah ke BMKG untuk mengetahui situasi dan kondisi cuaca hari ini dan prediksi ke depan. Bayangkan kalau tiba-tiba sungai meluap. Yang terjadi karena air laut meninggi sehingga air sungai meluap tak bisa mengalir ke laut," kata Megawati.

Megawati sempat menyinggung sejumlah kepala daerah PDIP yang hadir di situ. Misalnya Bupati Purbalingga dan Wakil Bupati Kebumen Ristiawati, yang hadir.

Dia meminta Ristawati bertanya kepada BMKG mengenai potensi meluap sungai yang mengalir di wilayahnya. Lalu disiapkan jalur evakuasi dan jalur bantuan.

"Pikirkan juga bagaimana jalur bantuan masuk ketika terjadi bencana. Jangan sampai jalur tertutup ketika terjadi bencana. Sehingga bantuan makanan dan lainnya bisa masuk," kata Megawati.

Begitupun kepada Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo yang hadir disitu. Bagi Megawati, walau tak berada di tepi laut, tetapi wilayah Solo dialir Sungai Bengawan Solo.

Megawati Soekarnoputri meminta para kepala daerah meminta kepala daerah termasuk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming untuk tanggap bencana.