Beragam Jenis Teror dari Para Penagih Pinjaman Online, Ngeri!

Beragam Jenis Teror dari Para Penagih Pinjaman Online, Ngeri!
Perempuan sedih. Ilustrasi Foto: pixabay

Ada kisah lain dari Juvita Putri Sugini. Handphone (HP) Juvita terus berdering setiap tiga menit. Mulai pukul 8 pagi hingga 10 malam. ”Ini pinjol yang telepon,” ucapnya kepada Jawa Pos saat ditemui di kediamannya Jumat (19/4) lalu.

Perempuan asal Surabaya itu merupakan salah seorang di antara ribuan orang Indonesia yang terjerat pinjol. Saat telepon diangkat, suara seorang pria langsung memakinya dengan kata-kata kasar.

Meski begitu, Juvita tetap meladeni pria tersebut dengan sabar. Pria itu merupakan penagih utang. Dia sengaja menagih dengan kata-kata makian. Vita –sapaan Juvita– pun mendadak melunak. Suaranya semakin lirih. ”Belum bisa, Pak. Belum ada uang,” ujarnya lagi.

Mendengar jawaban Vita, makian si DC pun semakin keras. Sampai dia mematikan telepon. Hampir setiap hari. Terkadang Vita pun merasa terganggu untuk melakukan pekerjaannya. Terlebih, HP-nya itu digunakan untuk bekerja dan berkomunikasi.

Vita dibekap utang sejak tujuh bulan lalu. Dia mengajukan kredit karena ada kebutuhan rumah tangga yang mendesak. Dia lantas berpikir mengajukan kredit melalui aplikasi pinjol. Tak banyak. Hanya Rp 1,4 juta. Pinjaman itu, terang Vita, harus dikembalikan dalam jangka waktu sepuluh hari.

Cara meminjamnya mudah. Setelah membuka aplikasi, dia lantas diminta mengunggah identitas, alamat, hingga fotonya. Dia pun dengan sadar menyetujui syarat-syarat untuk mengizinkan aplikasi itu mengambil data secara langsung ke HP dan alamat e-mail-nya.

”Saya butuh sekali dan cepat juga pencairannya. Jadi, saya tidak peduli risikonya waktu itu,” jelasnya.

Para korban yang lain mengungkapkan bahwa penagihan utang juga dilakukan sampai kepada pimpinan pemohon kredit bekerja. Hingga mereka sempat ditegur. Kejadian penagihan pinjol mulai marak akhir 2018. Saat itu banyak konsumen yang mengeluh soal cara penagihan yang keterlaluan.

Penagih utang pada pinjaman online alis pinjol menerapkan rupa-rupa cara agar debitor mau membayar utangnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News