Beras Organik Indonesia Semakin Diminati Pasar Ekspor

Beras Organik Indonesia Semakin Diminati Pasar Ekspor
Beras organik Indonesia semakin diminati pasar ekspor. Foto: Kementan

Berangkat dari membaiknya kinerja ekspor ini, Suwandi menegaskan, peningkatan produksi padi menunjukkan bukan hanya bertujuan untuk konsumsi dalam negeri. Namun juga diarahkan pada pengembangan beras berkualitas ekspor untuk segmen pasar khusus.

"Terutama beras organik dan beras tertentu yang diminati oleh konsumen mancanegara," tegasnya.

Suwandi menambahkan, sentra padi organik saat ini masih spot-spot kecil dan belum di hamparan luas. Sentra padi organik terutama di wilayah Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Tenggara dengan luas sekitar 215 hektare.

"Kebanyakan mereka menggunakan varietas seperti Ciherang, Inpari, Sintanur, dan selebihnya varietas lokal," sambung Suwandi.

BACA JUGA: Kementan Klaim Geliat Ekspor Kacang Hijau Terus Meningkat

Adapun produktivitas rata-rata padi organik di lahan sawah tadah hujan sebesar lima ton gabah kering panen per hektar. Bahkan untuk sentra yang sudah lama berkecimpung di pertanian organik lebih dari lima tahun seperti di Tasikmalaya bisa mencapai tujuh ton gabah kering panen per hektar.

Terkait dukungan pemerintah, Suwandi mengatakan tentunya berperan penuh guna mendorong semakin meningkatnya volume ekspor komoditas pertanian. Salah satunya Kementan telah melakukan untuk meningkatkan ekspor beras di antaranya melalui bantuan sertifikasi beras organik.

"Bantuan alat juga pernah diberikan untuk eksportir beras organik seperti dari Tasikmalaya. Saat itu kami berikan bantuan berupa color sorter, destoner, RMU, packing grading untuk membantu memperluas pangsa pasarnya,” tandas Suwandi. (cuy/jpnn)


Ekspor beras organik asal Indonesia hingga Juni 2019 berhasil masuk ke beberapa negara, seperti Jepang, Hongkong, Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Malaysia, dan Singapura.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News