Berhadapan dengan Hewan Buas, Menjebak Muncikari Malaysia

Tim Patroli Perbatasan di Tapal Batas Indonesia-Malaysia

Berhadapan dengan Hewan Buas, Menjebak Muncikari Malaysia
Para personel Polsek Entikong saat menyusuri perbatasan Indonesia-Malaysia (7/11). Foto: ILHAM WANCOKO/Jawa Pos

Hanya menyusurinya beberapa menit, tampak sebuah lubang yang menganga. Berdiameter 80 sentimeter. Cukup untuk dilewati orang dewasa.

’’Ini jalur penyelundup yang akan menghubungkan dengan Tebedu,’’ kata Kasubsektor Polsek Entikong Ipda Nursalim yang ikut berpatroli.

Lewat ’’jalur tikus’’ seperti itulah barang-barang seperti narkotika, minuman keras, dan rokok tanpa cukai diselundupkan. Bahkan juga dimanfaatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal untuk melintas batas.

Dan, lubang tersebut bukan satu-satunya yang ditemukan tim pada hari itu. Hanya 50 meter dari sana, kembali ditemukan lubang serupa. Dengan diameter yang kurang lebih sama.

Sama halnya dengan yang pertama, tim langsung menambal kembali lubang tersebut. ’’Narkotika beberapa kali kami temukan di kawasan ini,’’ ungkap Nursalim.

Bukan hanya Polsek Entikong yang rutin melakukan operasi perbatasan tiap 2 atau 3 hari sekali. Polsek Sekayam juga demikian.

Sekayam dan Entikong merupakan dua kecamatan bertetangga yang sama-sama masuk wilayah Sanggau.

Pada Rabu (8/11), patroli perbatasan Polsek Sekayam dilakukan bersamaan dengan Koramil 1203-02 Sekayam. Jawa Pos juga berkesempatan mengikutinya.

Ternyata, muncikari itu percaya. Dia pun berencana menjemput empat amoy itu di Entikong. Saat masuk Entikong itulah si muncikari disergap.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News