Beri Kuliah Umum di Brawijaya, Puan Ingatkan soal GNRM

Beri Kuliah Umum di Brawijaya, Puan Ingatkan soal GNRM
Menko PMK Puan Maharani memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (27/9) siang tadi sedikit berbeda. Itu terjadi karena kehadiran Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

Putri Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri tersebut memberikan kuliah berjudul Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Revolusi Mental. 

Menurut Puan, Revolusi Mental merupakan prasyarat penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam bidang politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan berlandaskan semangat gotong royong. 

"Revolusi Mental dimaksudkan sebagai Gerakan Hidup Baru, yang bertujuan menanamkan rasa percaya diri pada diri sendiri dan kemampuan sendiri, menanamkan optimisme dan daya kreatif di kalangan rakyat dalam menghadapi rintangan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Revolusi Mental adalah bagian dari proses untuk membentuk karakter bangsa, agar bangsa kita dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yang berdasarkan Pancasila,” papar Puan.

Kedatangan Puan ke Brawiajaya ini didampingi Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty, anggota DPR RI Ahmad Basarah, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama Prof. Dr. R. Agus Sartono beserta rombongan lainnya.

Sebagai pengantar kuliah umum, Menko PMK menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Unbraw yang sudah menginisiasi terwujudnya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mengapresiasi kemajuan Universitas Brawijaya dibanding kunjungan Menko PMK beberapa waktu sebelumnya.

Di tengah krisis yang mendera mental kultural bangsa berupa korupsi, SARA, individualisme, isu kesenjangan, krisis sosial lainnya seperti hilangnya karakter, dan lunturnya nilai gotong royong, maka Revolusi Mental dinilai sangat perlu untuk dihidupkan kembali sebagai suatu terobosan menjawab segala krisis karakter bangsa tadi. 

“Gerakan Nasional Revolusi Mental harus dimulai dari diri sendiri dan diawali dari hal-hal yang kecil dan ringan, selanjutnya berkembang ke suatu yang besar dan menjadi gerakan sosial yang luas oleh segenap rakyat," tandas Puan.

JAKARTA - Kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (27/9) siang tadi sedikit berbeda. Itu terjadi karena kehadiran Menteri Koordinator

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News