Berita Duka, Eks Penerbang Tempur Ini Dimakamkan di TMP Kalibata

Berita Duka, Eks Penerbang Tempur Ini Dimakamkan di TMP Kalibata
Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto memimpin upacara pemakaman eks Penerbang tempur sekaligus mantan Kasum TNI Marsdya TNI (Purn) Edy Harjoko di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (24/11). Foto: Puspen TNI

Pesawat ini juga membawa bom berat seperti yang pernah dibawa oleh pesawat Perang Dunia II yaitu pesawat pengebom Boeing B-17, dan bahkan bisa membawa peluru kendali berhulu ledak nuklir , B57 dan B61, menggunakan sistem pengeboman "low-alltitude" dan teknik "loft delivery technique".

Awalnya, pesawat ini ditenagai oleh mesin Wright J65; dan baru mulai tipe A-4E dan seterusnya, ditenagai oleh mesin dari Pratt & Whitney J52.

Skyhawk memainkan banyak peranan penting selama Perang Vietnam, Perang Yom Kippur, dan Perang Falkland. Tepat enam puluh tahun sejak pesawat ini diperkenalkan ke umum di tahun 1954, tidak kurang dari 2,960 buah diproduksi (hingga Pebruari 1979) dan ada yang masih dipakai, antara lain oleh Angkatan Udara Argentina dan Angkatan Laut Brasil.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara memiliki dan pernah mengoperasikan tidak kurang dari 35 buah dengan tempat duduk tunggal ataupun ganda. Di Indonesia, pesawat ini merupakan salah satu tulang punggung Angkatan Udara Indonesia setelah era armada pesawat Perang Dunia II yang dimilikinya sudah mulai uzur termakan usia seperti Lockheed T-33 Shooting Star dan F-86 Sabre selain untuk menggenapi skadron pesawat Northrop F-5 II E/F yang dibeli dari pemerintah Amerika Serikat kurang memadai untuk melengkapi skadron-skadron di Indonesia.(fri/jpnn)

Berita duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Udara. Pasalnya, mantan penerbang tempur sekaligus eks Kasum TNI meninggal dunia.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News