JPNN.com

Berita Terbaru Penemuan Mayat Manajer PLN di Aceh Singkil, Ada yang Janggal

Minggu, 20 Oktober 2019 – 22:17 WIB Berita Terbaru Penemuan Mayat Manajer PLN di Aceh Singkil, Ada yang Janggal - JPNN.com
Mangatas Gultom (33) Manajer Jaringan PLN Nias yang hilang kontak sejak tanggal 2 Oktober 2019 ditemukan tewas terapung di perairan Aceh Singkil, Senin (14/10) oleh nelayan. Kini jasadnya berada di RSU Aceh Singkil. (ANTARA/

jpnn.com, MEDAN - Jenazah Manajer Bagian Jaringan PLN Nias, Mangatas Gultom, 33, langsung dibawa dari Aceh Singkil ke Medan untuk menjalani autopsi.

Kepastian autopsi itu disampaikan abang korban Waldeman Gultom ketika dikonfirmasi antaranews.com, Selasa (15/10) melalui telepon selulernya.

“Hari ini akan diautopsi di Medan, karena layanan di RSU Aceh Singkil belum tersedia. Dan sudah kami sepakati untuk dibawa ke Medan hari ini,” ujarnya.

Dijelaskan Waldeman, dilakukannya autopsi terhadap jasad adiknya karena adanya kecurigaan atau kejanggalan di balik kematian korban.

“Untuk memastikan apa penyebab kematian adik kami itu, makanya kami minta untuk dilakukan autopsi. Karena diperkirakan jasadnya masih sekitar lima hari di laut sebagaimana pengakuan nelayan yang menemukan. Sementara adik kami hilang sejak tanggal 2 Oktober 2019. Untuk menjawab kecurigaan itu, maka kami sepakat untuk dilakukan autopsi,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa jasad adiknya sedang dalam perjalanan menuju Medan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kabar ditemukannya jasad Mangatas Gultom setelah nelayan yang berada di kawasan Pulau Mangkir Besar, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, melihat ada jasad yang terapung di laut.

Setelah didekati, ternyata sesosok mayat manusia. Hal itu langsung disampaikan kepada Kepala Dinas Perikanan melalui Kabid Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Aceh Singkil.

Mendapat laporan itu, tim bergerak melakukan evakuasi dan berhasil membawa jenazah korban ke RSU Aceh Singkil dengan kondisi sebagian tubuhnya sudah rusak. Diperkirakan jasad korban sekitar 5 hari di laut.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...