Berkah Ramadan, Ijah Jual Martabak Omzet Rp 10 Juta per Hari

Berkah Ramadan, Ijah Jual Martabak Omzet Rp 10 Juta per Hari
Siti Khodijah penjual martabak mini di pasar Teratai Jalan Komyos Soedarso, Senin (4/6). Foto: Suci Nurdini Setiowati/Rakyat Kalbar/JPNN.com

Hari biasa, gerobak kaki lima milik Ijah buka pukul 15.00-23.00 Wib. Memproduksi sekitar 1.500 martabak mini. “Sedangkan Ramadan buka pukul 12.00-23.00 Wib, produksi hingga 8.000 martabak mini, kadang lebih,” ungkapnya.

Ijah awalnya berjualan sayur di dalam pasar Teratai. Ia merintis usaha martabak setelah ia dan suaminya menjual nasi goreng di depan pasar Teratai tersebut. Sehingga ia pun berjualan martabak.

Selama menjalankan usaha barunya ini, Ijah mengaku banyak suka duka yang dilalui. "Namanya juga jualan," ucapnya. Sepi hingga ditipu pelanggan sudah makanan sehari-harinya.

Misalnya pesan 100 martabak mini lalu ditinggal. Setelah dibuatkan orangnya tak datang-datang. “Tapi ramai atau sepi Alhamdulillah happy-happy aja, namanya perkerjaannya," lugasnya.

Meski mendapatkan keuntungan lumayan, Ibu dari Agustina, Fitri Ayu dan Rismawati ini masih memiliki harapan mulia yang belum terwujud. Ia bersama suaminya berkeinginan naik haji ke tanah suci. “Itu jak yang belum tercapai mbak," tutup Ijah. (*)


Ijah, penjual martabak mini, omzetnya naik berlipat-lipat selama bulan Ramadan, yakni bisa Rp 10 juta per hari.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News