Berlabuh ke Demokrat, PDIP Pecat Emil Dardak

Berlabuh ke Demokrat, PDIP Pecat Emil Dardak
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Foto: dok/JPNN.com

''Bung Emil Dardak telah memilih jalan. Partai tentu otomatis memberikan sanksi pemecatan. Dia adalah gambaran sedikit dari orang muda yang memilih loncatan politik, meski baru menjabat 2 tahun menjabat Bupati,” papar dia.

Di PDIP kata dia masih banyak kader muda dan berbakat. Di antaranya adalah Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Walikota Badung Giri Prasta. Semuanya adala contoh pemimpin muda yang lebih memilih bekerja berprestasi melayani rakyat dengan minimal menyelesaikan masa jabatannya minimal 5 tahun.

“Mereka adalah kepada daerah yang menempatkan kepercayaan penih pada rakyat terhadap masa depan kepemimpinannya. 'Dengan demikian, peningkatan jenjang karir yang diyakini PDI Perjuangan adalah melalui dukungan dan kehendak rakyat, bukan melalui sertifikasi seorang tokoh,” kata Hasto.

PDI Perjuangan berjanji untuk menampilkan strategi terbaik di Pilgub Jatim, mengingat Gus Ipul dan Abdullah Aswar Anaz merupakan kombinasi kepemimpinan berprestasi. Keduanya menurut Hasto tidak hanya memiliki akar yang kuat, namun memiliki rekam jejak kepemimpinan yang merupakan kombinasi antara tradisi NU, yang dibalut dengan kedekatan gagasan dengan Gus Dur dan Megawati.

“Azwar Anas terbukti mampu menjabarkan gagasan PDI Perjuangan yang menampilkan Banyuwangi pada wajah kebudayaannya, wajah yang berkepribadian Indonesia. Gus Ipul dan Anas telah matang dalam kepemimpinan, suatu manifestasi kepemimpinan Merah Putih untuk memperkuat Presiden Jokowi,” tegas dia.(fan/jpnn)


Dari 34 kepala daerah di bawah umur 40 tahun yang merupakan kader PDIP, hanya Emil Dardak yang tergiur jalan kekuasan dan loncat pagar meninggalkan mimpi rakyat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News