Berpolemik dengan KPAI, PB Djarum Setop Audisi Beasiswa Bulu Tangkis

Berpolemik dengan KPAI, PB Djarum Setop Audisi Beasiswa Bulu Tangkis
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. Foto: pbdjarum

jpnn.com, PURWOKERTO - Kabar mengejutkan datang dari PB Djarum, yang sejak tahun 2006, lewat Bakti Olahraga Djarum Foundation, tak pernah berhenti menjaring calon superstar bulu tangkis dunia.

Dalam konferensi pers di Purwokerto akhir pekan kemarin, PB Djarum pamit, tidak lagi menggelar audisi umum beasiswa bulu tangkis mulai tahun 2020. Tahun ini penjaringan terakhir.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kami menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kami harus menurunkannya. Kedua, kaus yang dibagikan kepada anak-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaus asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kami sudah memutuskannya, tidak ada deal-deal-an lagi, diterima atau tidak, kami sudah memutuskan seperti itu," ungkap Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, seperti dikutip dari situs resmi PB Djarum.

BACA JUGA: Djarum Foundation Guyur Mohammad Ahsan Bonus Rp 500 Juta

"Saya sampaikan, kami pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kami memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama, kami hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," imbuhnya.

Hal ini terjadi akibat polemik yang berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu, di mana PB Djarum dituduh melanggar oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai adanya unsur eksploitasi anak, dan mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

"Kami sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kami dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kami bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Meskipun lebih banyak pihak yang mendukung PB Djarum untuk terus melakukan penjaringan atlet potensial lewat audisi umum, namun Yoppy tetap menegaskan jika tahun ini merupakan terakhir kalinya.

Sebelumnya, PB Djarum sudah menjelaskan dan membeber bukti kalau mereka bukan produk tembakau.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News