Berpuasa Saat Bekerja di Ketinggian Turbin Angin di Australia

Berpuasa Saat Bekerja di Ketinggian Turbin Angin di Australia
Berpuasa Saat Bekerja di Ketinggian Turbin Angin di Australia

"Tapi yang puasa hanya saya. Saya bangun jam empat untuk sahur. Biasanya saya masak, kadang saya masak cukup banyak waktu akhir pekan untuk beberapa hari. Berangkat ke proyek jam 5.30," kata dia.

Saat ini di proyek itu ada enam orang pekerja Indonesa yang semuanya pemegang WHV.

Berpuasa Saat Bekerja di Ketinggian Turbin Angin di Australia Photo: Audi Molsem menikmati hari libur dengan berjalan-jalan atau memasak bersama teman-temannya.

Meski pekerjaannya sangat melahkan, Audi merasakan tubuhnya lebih bugar dan berotot sejak di Australia.

"Stamina jauh lebih bagus. Cocok sekali karena bulan Oktober nanti saya ingin ke Everest Base Camp lewat Nepal. Saya juga ingin ke Kashmir. Saya akan ambil liburan sebulan."

Sepulang berlibur Audi akan mencari pekerjaan yang bisa untuk memenuhi syarat visa tahun ketiga.

"Saya ingin ke Adelaide juga ke Cairns, menyelam di Great Barrier Reef. Itu cita-cita lama saya," kata dia.

Bila mendapat visa tahun ketiga, Audi bisa bekerja di Australia hingga Juni 2021 sambil mengerjakan ambisinya membuat buku perjalanan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News