Bersandar di Belawan, Tunggu Air Pasang

Bersandar di Belawan, Tunggu Air Pasang
Bersandar di Belawan, Tunggu Air Pasang
BELAWAN -- Tampaknya Pelabuhan Belawan, Medan, sudah tak layak disebut sebagai salah satu pelabuhan besar di negeri ini. Bagaimana tidak, untuk bersandar ke dermaga, kapal harus menunggu saat air sedang pasang naik besar. Pelabuhan Belawan mengalami pendalaman, termasuk dari Gudang 201-203 yang makin memprihatinkan.

Dampak dari pendangkalan Pelabuhan Belawan Citra kini bahkan sudah dialami sejumlah kapal yang berbobot 3000 DWT. Padahal sebelumnya kapal berbobot 5000 DWT bebas masuk pelabuhan tersebut. "Pendangkalan Pelabuhan Belawan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya sejumlah kapal yang sandar bermuatan petikemas kandas masuk dermaga Pelabuhan Belawan Citra," ujar Abdul Tambunan, salah seorang operasional Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Baruna Citra di Pelabuhan Belawan kepada  Sumut Pos (grup JPNN), kemarin Jumat (23/4).

Akibat pendangkalan tersebut, pihak pelayaran dan PBM dirugikan karena dana tambat labu dihitung dari waktu sandar semakin lama maka bertambah pengeluaran. "Kami rugilah kalau begini terus," sebutnya. Tambunan juga menegaskan, jika hal itu tak diperhatikan pihak Pelindo I Cabang Belawan, maka citra Pelabuhan Belawan akan semakin buruk dimata pengguna jasa kepelabuhanan nasional maupun international.

Kondisi yang buruk itu dibenarkan Manager Unit Usaha Jasa Bongkar Muat (UUJBM) Ansar Limbong. Dia mengakui adanya kekurangan volume kerja di Pelabuhan Belawan Citra akibat kapal susah sandar ke dermaga. "Saya berharap pihak Pelindo I Cabang Belawan dapat memperhatikan kedalaman Pelabuhan Belawan Citra tersebut agar arus barang yang masuk dapat dibongkar dengan lancar," ucapnya.

BELAWAN -- Tampaknya Pelabuhan Belawan, Medan, sudah tak layak disebut sebagai salah satu pelabuhan besar di negeri ini. Bagaimana tidak, untuk bersandar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News