Besok, Massa P1 Tanpa Formasi PPPK Guru 2022 Demo Lagi, Tolak di-PHP 

Besok, Massa P1 Tanpa Formasi PPPK Guru 2022 Demo Lagi, Tolak di-PHP 
Sebagian guru P1 seleksi PPPK Guru 2022 yang dibatalkan penempatannya berunjuk rasa di depan kantor Kemendikbudristek. Ilustrasi Foto: Dokumentasi Forum P1 Batal Penempatan PPPK Guru for JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Guru lulus passing grade (PG) hasil seleksi PPPK 2021 atau prioritas satu (P1) akan turun ke jalan menggelar unjuk rasa atau demonstrasi, Senin (20/3). 

Aksi demo yang melibatkan sekitar 600 guru P1 tanpa formasi PPPK 2022 bukan dipusatkan di kantor Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) maupun DPR RI.

Sasarannya ialah Dinas Pendidikan, DPRD Sampang, dan Kantor Pemkab Sampang, Provinsi Jawa Timur.

Ketua Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Kabupaten Sampang Siti Rofiani, aksi unjuk rasa dilakukan untuk mendesak pemda mengangkat 519 P1 menjadi PPPK tahun ini.

"Kami menuntut Pemda mengangkat P1 karena gaji dan tunjangan PPPK sudah dianggarkan dalam dana alokasi umum (DAU) 2023," kata Rofi, sapaan akrab Siti Rofiani kepada JPNN.com, Minggu (19/3).

Dia menngigatkan pemerintah agar tidak menghalangi P1 untuk melakukan aksi demo demi menuntut statusnya.

Hak menyuarakan aspirasi lewat aksi demo diatur Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Oleh karena itu, Rofi mengimbau seluruh P1 yang belum mendapatkan formasi PPPK 2022 untuk ikut demo.

Guru honorer yang masuk P1 tanpa forrmasi PPPK guru 2022 akan menggelar aksi demo lagi, mereka menolak di-PHP.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News